
Kapolsek Rote Barat, IPDA Elyonat Deni Umbu Warata, S.H., tengah memberikan arahan Kamtibmas kepada peserta Jalan Salib menyongsong perayaan paskah Jumat, 3/4/2026 (Foto: Sergius S. Tobuawen).
NEMBERALA | Nemberalanews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Rote Barat menurunkan 10 orang personel untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) selama pelaksanaan Prosesi Jalan Salib Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Imanuel Nemberala. Kegiatan dalam rangka perayaan Hari Raya Paskah Tahun 2026 berlangsung pada hari Jumat, 03 April 2026 pukul 13.30 Wita di Dusun Tuaneo, Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Kapolsek Rote Barat IPDA Elyonat Deni Umbu Warata, S.H., dalam keterangan kepada Nemberalanews.com menyampaikan bahwa kegiatan ini telah mendapatkan persetujuan resmi. Surat Izin Keramaian dikeluarkan dengan Nomor : SI / Yanmin-02 / III / 2026 / Sek. Rote Barat tanggal 31 Maret 2026, dan Surat Perintah untuk pengamanan bernomor : Sprin / 30 / III / HUK.6.6. / 2026 tanggal 28 Maret 2026.
“Tujuan utama pelaksanaan prosesi adalah sebagai wujud kebersamaan umat Kristen dalam memperingati kesengsaraan, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus,” jelas IPDA Elyonat.
Kapolsek memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas acara yang berjalan meriah. Ia memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam pengamanan dan mengimbau seluruh peserta untuk menjaga diri serta tidak mengkonsumsi minuman keras selama kegiatan berlangsung.
Menurut IPDA Elyonat, Camat Rote Barat Olens A.J. Ndoen, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa prosesi ini mengingatkan akan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Camat mengajak agar acara dilaksanakan dengan baik dan terjaga ketertibannya sebagai bentuk ibadah, serta mengucapkan apresiasi kepada panitia dan jemaat yang menyelenggarakannya.
Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Rote Barat Pdt. Junaetrida Maahury, S.Th., mengapresiasi upaya Jemaat Imanuel Nemberala dan membuka kegiatan dengan doa bersama.
IPDA Elyonat menambahkan bahwa rangkaian prosesi dimulai ketika peserta berkumpul di titik awal Cabang Tuaneo pukul 13.30 Wita, kemudian bertolak pukul 14.35 Wita menuju tujuh etape dengan pementasan drama pada setiap lokasi:
Etape Pertama (14.45 Wita): Teras rumah Bapak Martin Lulu, Dusun Lutuoen, Desa Sedeoen – drama “Yudas Menjual Yesus”
Etape Kedua (14.55 Wita): Teras Rumah Bapak Paulus Ballu, Dusun Lutuoen, Desa Sedeoen – drama “Perjamuan Paskah”
Etape Ketiga (15.10 Wita): Depan Gedung PLTH Nemberala, Dusun Nemberala Utara, Desa Nemberala – drama “Yesus di Taman Getsemani”
Etape Keempat (15.35 Wita): Rumah Sdra. Iron Ballu, Dusun Nemberala Utara, Desa Nemberala – drama “Penyangkalan Petrus”
Etape Kelima (15.55 Wita): Lapangan Nemberala, Dusun Nggause, Desa Nemberala – drama “Pengadilan Kayafas”
Etape Keenam (16.25 Wita): Cabang Nemberala Beach Resort, Dusun Nggause, Desa Nemberala – drama “Simon Dari Kirene”
Etape Ketujuh (16.40 Wita): Depan Warung Mbak Jawa, Dusun Nggause, Desa Nemberala – drama “Yesus Disalibkan di Bukit Golgota”
“Adegan terakhir di Bukit Golgota menjadi puncak dari seluruh rangkaian prosesi, yang diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis Klasis (KMK) Rote Barat. Seluruh kegiatan berlangsung hingga pukul 18.05 Wita dalam keadaan aman dan terjamin keamanannya oleh personel Polsek Rote Barat sesuai dengan surat perintah yang telah dikeluarkan,” tandas Kapolsek.
Menurutnya, para pemeran drama berjumlah sekitar 50 orang merupakan anggota Jemaat Imanuel Nemberala yang tergabung dalam Grup Theater Dian. Kegiatan menggunakan 1 unit truk tronton untuk mengangkut sistem suara dan song leader, dengan rute prosesi melintasi Desa Nemberala dan Desa Sedeoen sejauh sekitar 2 kilometer.
Acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Camat Rote Barat Olens A.J. Ndoen, SH., Kapolsek Rote Barat IPDA Elyonat Deni Umbu Warata, S.H., Ketua Majelis Klasis Rote Barat Pdt. Junaetrida Maahury, S.Th., Ketua Klasis Rote Barat Laut Pdt. Yohanes N. Lolok, S.Th, Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Imanuel Nemberala Pdt. Sukeni Anace, S.Th., Penjabat Kepala Desa Nemberala Jacob D. Ndun, S.ST., para tokoh agama, Ketua Panitia Kegiatan Polce Ndun, pemeran drama dari Teater Dian, serta sekitar 750 orang jemaat dan jemaat tetangga dari wilayah sekitar. (*)



