
Jalan Penghubung Desa Oelolot, Teu Esa, Mboeain di wilayah Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Ardi Mbatu Jumat, 27/2/2026)
OELOLOT | nemberalanews.com – Ruas jalan penghubung satu-satunya bagi Desa Persiapan Teu Esa, Oelolot, dan Mboeain di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan parah. Kondisi jalan yang berlubang dan sering tergenang air mengganggu aktivitas sehari-hari warga serta mengancam keselamatan mereka saat mengakses fasilitas kesehatan dan pasar.
Warga Desa Oelolot, Arifin Sine, mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak jalan rusak tersebut. “Sebagai jalan tunggal menuju fasilitas kesehatan dan pasar, kami khawatir terutama jika ada ibu yang akan melahirkan. Melalui jalan seperti ini berpotensi membahayakan kondisi ibu dan janin,” ujarnya kepada nemberalanews.com pada Jumat (27/2/2026).
Arifin sendiri pernah merasakan dampak langsung dari kondisi jalan yang tidak layak pakai. Pada musim hujan lalu, ia bersama istri serta anak-anaknya jatuh dari sepeda motor akibat lubang besar yang tergenang air. “Kondisi jalan yang buruk membuat kami tidak dapat mengendalikan kendaraan dan akhirnya terjatuh,” jelasnya.
Sementara itu, Tomas Feoh dari Desa Persiapan Teu Esa menyampaikan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi sejak masa peresmian bendungan di daerah tersebut yang dihadiri Presiden Joko Widodo. “Sejak itu, pemerintah seolah tidak memberikan perhatian dan belum mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki jalan ini,” tegasnya dengan nada frustrasi.
Pantauan nemberalanews.com menunjukkan sekitar 1 kilometer ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat. Permukaan jalan tidak rata dengan banyak lubang yang sering terisi air dari curah hujan maupun sumber lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah perbaikan. Hal itu diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan serta memudahkan akses warga ke fasilitas penting yang menjadi kebutuhan dasar.(*)




