
Terlihat Siswa-siswi SD tengah menyantap Makan Bergizi Gratis (Foto: Dok. Korwil BGN Kabupaten Rote Ndao).
BA’A | nemberalanews.com — Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 17.408 orang telah menerima layanan dari program yang dikelola melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Rote Ndao, Taufiq Ridwan Umar, S.Farm., menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini didukung oleh enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten tersebut. “Hingga saat ini, total penerima manfaat yang telah dilayani oleh seluruh SPPG mencapai 17.408 orang. Kelompok sasaran yang menjadi prioritas program meliputi siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujar Taufiq dalam keterangan kepada nemberalanews.com pada Jumat (27/2/2026).
Dalam pengelolaannya, program ini juga mengoptimalkan peran masyarakat lokal sebagai relawan. Menurut Taufiq, seluruh tenaga relawan yang terlibat diambil dari kalangan warga sekitar lokasi SPPG. “Jumlah relawan yang telah terdaftar dan aktif berkontribusi mencapai 300 orang,” katanya.
Para relawan tidak hanya mendapatkan imbalan pekerjaan sesuai dengan tugas yang diemban, tetapi juga diberikan perlindungan sosial berupa jaminan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan). Hal ini menjadi bentuk apresiasi serta upaya untuk menjamin kesejahteraan mereka yang turut mendukung kelancaran program MBG.
Selain meningkatkan status gizi masyarakat, program ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Bahan baku yang digunakan untuk menyusun menu makanan bergizi diperoleh dari berbagai jenis pelaku usaha di daerah. “Bahan baku diperoleh dari toko-toko lokal, koperasi, peternak telur lokal — meskipun volume pasokan masih terbatas — petani, dan nelayan yang merasakan peningkatan permintaan akan hasil tangkapan ikan,” jelas Taufiq.
Tak hanya itu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghasilkan kue basah dan kue tradisional juga turut merasakan manfaat. Produk dari UMKM tersebut dijadikan sebagai bagian dari variasi menu dalam program MBG, sehingga memberikan kesempatan bagi usaha lokal untuk meningkatkan penjualan dan eksposur produk.
Mengenai infrastruktur SPPG, Taufiq menyatakan bahwa setiap bangunan dibangun melalui kerja sama dengan mitra terkait. Proses pembangunan juga disertai dengan pemberkasan hukum yang komprehensif, termasuk pengurusan dokumen hak milik dan sertifikat tanah. “Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan lokasi dari potensi sengketa di masa mendatang,” ujarnya.
Sebagian besar SPPG di Kabupaten Rote Ndao berdiri di atas tanah milik mitra pribadi. Fasilitas yang digunakan juga bervariasi, mulai dari rumah yang direnovasi khusus untuk keperluan program hingga ruang ruko yang disesuaikan dengan standar operasional pelayanan makanan bergizi.(*)




