Sekelompok petani di Desa Suebela, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu 8 Maret 2025 mulai bercocok tanam bawang merah.
SUEBELA | NemberalaNews.com – Memasuki akhir musim penghujan, sekelompok petani di Desa Suebela, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, mulai mengolah lahan mereka untuk menanam bawang merah. Kegiatan yang menjadi rutinitas tahunan ini, dikerjakan saat jeda, usai bercocok tanam padi dan jagung di musim penghujan lalu.
“Ini merupakan waktu yang tepat untuk menanam bawang, dimana tanah dalam kondisi tidak terlalu basah dan dapat memberikan kesempatan pada benih bawang yang ditanam untuk bertumbuh, tanpa harus sering-sering disiram”, terang Johanis Amalo, salah seorang petani bawang saat ditemui NemberalaNews.com pada Sabtu 8 Maret 2025.
Johanis menambahkan bahwa benih bawang juga sudah disiapkan dari sisa panen bawang di musim tanam sebelumnya. “Kita tidak kesulitan mendapatkan benih bawang, karena sudah kita siapkan sebelumnya, saat musim panen lalu”, paparnya.
Di sisi lain, para petani bawang ini juga tidak kesulitan dalam mendapatkan pupuk dalam musim tanam tahun ini, karena sangat mudah dijumpai di pasaran. Selain cukup mudah, harganya juga masih sangat terjangkau. “Untuk pupuk, bisa kami dapat dengan mudah, harga pupuk dasar SP36 itu ada pada kisaran 300ribu, sementara urea dan ponska bisa kami dapat 200ribu perkarungnya”, terang Azis Amalo.
Menurut Azis, kemudahan mendapatkan pupuk saat ini adalah karena sebagian besar petani masih menggunakan sisa pupuk saat bercocok tanam padi, sehingga tidak terlalu mengganggu ketersediaan pupuk dan harga di pasaran.(*)






👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻