Massa aksi dari Aliansi Masyarakat untuk Keadilan yang dimotori IKMAR NTT - GMKI Rote Ndao dan Keluarga Besar Mandato berada di pintu masuk Mapolres Rote Ndao. Mereka menuntut dibebaskannya Mus Frans, yang dianggap sebagai korban kriminalisasi kepolisian.(Foto Ardi Mbatu).
LUAMEO | Nemberalanews.com – Gelombang demonstrasi untuk menuntut keadilan bagi Erasmus Frans Mandato atau Mus Frans, kembali berlanjut pada Selasa, 9 September 2025. Aksi yang disebut sebagai, Aksi Keadilan untuk Erasmus Frans Mandato ini belum membuahkan hasil pertemuan dengan Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, S. ST., M.K.P.
Massa aksi yang berkumpul di depan pintu keluar kantor Polres Rote Ndao sejak pagi hari, menantikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Kapolres. Namun, harapan tersebut pupus karena tidak ada respons positif dari pihak kepolisian.
“Kami datang untuk bertemu dengan Kapolres, menyampaikan aspirasi kami, dan memohon keadilan bagi Bapak Demokrasi kami, Erasmus Frans Mandato. Beliau tidak melakukan tindakan kriminal atau korupsi, melainkan hanya menyampaikan kejujuran,” tegas salah satu perwakilan massa aksi dengan nada penuh semangat.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WITA ini diwarnai dengan pernyataan dari pihak kepolisian yang menyatakan bahwa Kapolres sedang memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Alasan ini menimbulkan keraguan di kalangan massa aksi, yang kemudian menuntut adanya kejelasan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Polres Rote Ndao masih dalam kondisi tegang. Massa aksi terus melanjutkan aksi protes mereka, sementara pihak kepolisian berupaya mengendalikan situasi sambil menjalin komunikasi dengan perwakilan demonstran. Belum ada indikasi lebih lanjut mengenai kapan Kapolres bersedia menemui massa aksi untuk membahas tuntutan keadilan bagi Erasmus Frans Mandato.(*)



