
Tower yang dimaksud di atas adalah titik BTS utama Telkomsel di Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (Foto: Sergius Saul Tobuawen).
NEMBERALA | Nemberalanews.com – Tower PT Telkomsel Reg. Bali Nusra dan merupakan bagian dari infrastruktur BTS (Base Transceiver Station) untuk menghadirkan jaringan 4G yang berlokasi di Jalan Nemberala RT.005/RW.005 Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami gangguan total sejak Sabtu (7/3/2026) pukul 17.00 WITA. Hingga pukul 00.00 WITA, tidak ada sedikit pun garis sinyal yang muncul pada perangkat ponsel pengguna di wilayah tersebut.
Permasalahan ketersediaan sinyal bukan kasus baru. Sejak sebelumnya, tower tersebut selalu lumpuh setiap kali pasokan listrik terputus, memberikan dampak signifikan bagi masyarakat lokal, pemerintah desa, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada akses komunikasi digital.
Pelaksana Jabatan (PJ) Kepala Desa Nemberala, Jakob D. Ndun, mengungkapkan bahwa fenomena hilangnya sinyal setiap kali listrik padam telah terjadi berkali-kali dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kondisi ini sudah terjadi berkali-kali. Setiap kali listrik padam, tanpa terkecuali jaringan Telkomsel juga hilang sama sekali,” ujarnya kepada Nemberalanews.com pada Rabu, (4/3/2026) sebelum gangguan terbaru terjadi.
Sebagai destinasi wisata yang dikenal secara internasional, kata Jakob, ketersediaan jaringan yang stabil menjadi kebutuhan utama. “Kita bukan hanya desa biasa, melainkan desa wisata yang telah dikenal oleh wisatawan dari berbagai negara. Ketersediaan sinyal yang baik tidak hanya penting bagi aktivitas masyarakat lokal, tetapi juga untuk mendukung layanan pariwisata dan memastikan keamanan serta kenyamanan wisatawan,” jelasnya.
Keluhan juga datang dari pelaku UMKM yang menjadikan jaringan komunikasi sebagai sarana utama menjalankan bisnis. Seorang pelaku usaha yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan rasa kesal karena aktivitasnya sering terhenti akibat gangguan sinyal saat listrik padam.
“Kami sebagai pelaku UMKM sangat terganggu dengan kondisi tower Telkomsel ini. Banyak dari kita yang mengandalkan aplikasi pembayaran digital, pemasaran produk melalui media sosial, serta komunikasi dengan pelanggan. Ketika listrik padam dan sinyal hilang, semua aktivitas itu harus terhenti dan berdampak pada pendapatan kita,” ujarnya dengan nada kesal.
Masyarakat berharap pihak PT Telkomsel Wilayah Rote Ndao segera melakukan pengecekan dan perbaikan. “Kita tidak mengharapkan sinyal tetap ada tanpa batas ketika listrik padam dalam waktu lama, tetapi setidaknya sistem pendukung dapat menjaga operasional jaringan dalam jangka waktu tertentu hingga pasokan listrik kembali normal,” tambah salah satu warga.
Masyarakat dan pemerintah Desa Nemberala menyampaikan harapan agar PT Telkomsel memberikan perhatian serius terhadap permasalahan tower jaringan di wilayah tersebut. Mereka menginginkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perangkat keras dan sistem pasokan daya cadangan yang diduga menjadi akar masalah.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Telkomsel terkait gangguan terbaru maupun permasalahan berulang yang terjadi. Tim Nemberalanews.com akan terus memantau perkembangan dan menyampaikan informasi terbaru seiring dengan kemajuan penanganan tower ini. (*)



