
Warga Desa Bo'a, Sabtu (25/102025), menutup jalan bagi truk tengki yang kerap mengangkut air untuk proyek pembangunan yang sedang dilakukan PT. Bo'a Development. Warga meminta PT Bo'a Development segera memenuhi tuntutan masyarakat untuk membuka jalan menuju pantai Oemau (Foto: Martinus Hangge)
BO’A l Nemberalanews.com – Warga Desa Bo’a, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur Sabtu (25/10/2025) kembali melakukan aksi penutupan akses jalan untuk mobil tengki yang mengangkut air ke PT. Bo’a Development. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap praktik perusahaan yang dinilai tidak ramah lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.
Penutupan jalur mobilisasi air ini diharapkan dapat memberikan tekanan pada PT Bo’a Development untuk dapat segera memenuhi tuntutan – tuntutan masyarakat. Salah satu tuntutan masyarakat adalah membuka akses jalan yang telah dibangun dengan anggaran PNPM pada tahun 2013. Selain itu warga Bo’a juga menuntut dibebaskan bapak Erasmus Frans Mandato sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberitaan hoaks terkait penutupan akses jalan menuju pantai wisata oemau, Desa Bo’a.
Baca Juga: Aksi Penyegelan: Masyarakat Bo’a Tuntut Akses Pantai Dibuka
Junus Mbatu salah satu warga masyarakat Desa Bo’a dan juga tuan tanah yang memberikan ijin untuk pekerjaan jalan PNPM menuju lokasi mata air Oemuti merasa kesal atas tindakan PT Bo’a Development yang belum juga membuka akses jalan ke Pantai Wisata Oemau.
“Perjuangan akses jalan ke pantai wisata oemau adalah untuk kepentingan masyarakat Desa Bo’a, jika PT Bo’a Development tidak membuka akses jalan untuk kami pakai maka kami masyarakat akan tutup akses jalan menuju mata air Oemuti dan Oemata.” papar Junus Mbatu saat dihubungi oleh Nemberalanews.com.
Ia menambahkan, bahwa lenutupan akses jalan ke lokasi mata air Oemuti ini khusus untuk mobil tengki air yang hendak mengantar air ke PT Bo’a Development.
Masyarakat dan tuan tanah menunjukkan keseriusan mereka dalam menjaga lingkungan dan hak-hak masyarakat dengan mengambil langkah nyata seperti penutupan akses jalan lapen, jalan PNPM, dan juga akses jalan mobilisasi air. Situasi ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik.(*)





