
Seorang warga Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, NTT, Senin (21/10/2025) menyerahkan satu pucuk pistol Sig Sauer jenis P226 dengan nomor seri No. 1715683. Selain menyerahkan pistol buatan Jerman ini, warga tersebut juga menyerahkan sebanyak empat butir peluru kaliber 5,56 mm, dan dua puluh butir peluru kaliber 7,62 mm. (Foto: Puspen TNI)
TOHE | Nemberalanews.com – Unit pasukan pengamanan perbatasan RI – Timor Leste, Selasa (21/10/2025), menerima penyerahan satu pucuk senjata api genggam jenis pistol beserta puluhan amunis senjata api laras panjang dari warga Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur yang berasal dari Yonarmed 12 Kostrad menerima penyerahan satu pucuk pistol model SIG Sauer P226 dengan nomor seri 1715683, buatan Jerman. Selain senjata api genggam tersebut, personel Yonarmed 12 Kostrad yang bertugas di Pos Nunura tersebut juga menerima penyerahan puluhan butir amunisi yang terdiri atas empat butir peluru kaliber 5,56 mm, dan dua puluh butir peluru kaliber 7,62 mm dari seorang warga yang tidak disebutkan namanya tersebut.
Sumber di Pusat Penerangan TNI menyebutkan bahwa penyerahan senjata dan amunisi tersebut dilakukan secara sukarela sebagai wujud kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad. Selama bertugas di wilayah perbatasan, personel Satgas terus aktif menjalin hubungan baik dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, serta komunikasi intensif di desa-desa binaan.
Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menyampaikan apresiasi atas kesadaran warga yang telah menyerahkan senjata tanpa paksaan. “Pendekatan yang humanis dan persuasif menjadi kunci utama kami dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat semakin sadar bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Letkol Erlan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata kedekatan prajurit Satgas dengan masyarakat di perbatasan. Ia berharap, langkah positif yang dilakukan warga Desa Tohe tersebut dapat menjadi contoh bagi warga lainnya untuk turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan serta memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat di wilayah perbatasan RI–RDTL.(*)




