
Perluasan Program KENCANA SIAP SIAGA BENCANA (Foto: Dok. KENCANA).
LABUAN BAJO | NemberalaNews.com – Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang digagas Kementerian Dalam Negeri terus meluas dan menunjukkan hasil nyata di Nusa Tenggara Timur. Setelah sepuluh kecamatan di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang sukses meraih status KENCANA Pratama pada Mei 2026 lalu, program strategis ini kini diperluas ke Kabupaten Manggarai Barat, kawasan strategis pariwisata nasional yang memiliki tantangan besar dalam hal penanggulangan risiko bencana.
Langkah memperluas implementasi ke wilayah ini dinilai sangat tepat dan strategis. Manggarai Barat dikenal sebagai destinasi unggulan negara, namun di sisi lain wilayah ini juga menghadapi beragam ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, kekeringan, hingga bencana hidrometeorologi ekstrem. Melalui penguatan kapasitas di tingkat kecamatan, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat semakin kokoh sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah yang terus tumbuh pesat.
Sebagai program yang dirancang untuk menjadikan kecamatan sebagai simpul utama koordinasi perlindungan masyarakat di seluruh tahapan penanggulangan bencana—mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pasca bencana—KENCANA mendapat dukungan penuh dari Program SIAP SIAGA, sebuah kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia di bidang manajemen risiko bencana.
Silvia Fanggidae, Area Manager Program SIAP SIAGA NTT, menjelaskan bahwa penguatan peran kecamatan merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sub-urusan bencana, agar manfaatnya benar-benar terasa hingga ke masyarakat luas.
“Bagi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, tangan yang paling dekat dan langsung menjangkau masyarakat adalah kecamatan. Ketika Camat aktif dan bergerak, maka pelayanan kebencanaan bisa hadir lebih cepat, tepat sasaran, dan manfaatnya langsung dirasakan warga,” ungkap Silvia. sebagaimana tercatat dalam rilis pers yang diterima NemberalaNews.com, Kamis (11/6/2026).
Ia mencontohkan keberhasilan implementasi sebelumnya di Kabupaten Kupang, di mana saat terjadi bencana yang memaksa warga mengungsi ke wilayah lain, Camat berperan krusial dalam memfasilitasi kerja sama antardesa, menggerakkan sumber daya lokal, serta mendukung proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas. Pengalaman ini membuktikan bahwa di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), kecamatan berfungsi efektif sebagai garda terdepan layanan kebencanaan.
Kegiatan penguatan kapasitas yang digelar di Labuan Bajo ini menyasar tiga kecamatan, yakni Komodo, Boleng, dan Mbeliling. Adapun capaian yang ditargetkan meliputi penguatan komitmen kepemimpinan daerah, pengukuhan kelembagaan Satuan Tugas KENCANA, pengaktifan sistem pemantauan berbasis data, hingga penyusunan dokumen Rencana Kerja Kolaboratif yang akan menjadi panduan aksi kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga mendorong semangat kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—untuk bersinergi membangun ketangguhan wilayah. Pendekatan ini bertujuan mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang ada di tingkat lokal guna mendukung pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi NTT dan Program SIAP SIAGA. Adhitya Perdana Arka, S.STP, MM., Kabag Kerjasama pada Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, menekankan pentingnya pola kerja sama ini.
“Kerja sama antardaerah maupun kemitraan dengan berbagai pihak merupakan wujud kolaborasi positif dalam penanggulangan bencana. Hal ini sangat mendukung peran kecamatan dalam mengimplementasikan program kecamatan tangguh bencana agar berjalan maksimal,” ujar Adhitya.
Momen simbolis menjadi penanda dimulainya penguatan ini, yakni pemakaian rompi dan penyematan pin Gerakan KENCANA. Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Evan Fardianto, ST., M.A.B., secara khusus menyematkan pin dan rompi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Selanjutnya, simbol tanggung jawab ini diteruskan saat Sekda menyematkan hal yang sama kepada Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat serta para Camat dari tiga kecamatan sasaran. Tindakan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana hingga ke tingkat paling bawah.
Perlu diketahui, Program SIAP SIAGA merupakan inisiatif kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang berfokus pada penguatan manajemen risiko bencana. Program ini beroperasi di tingkat nasional maupun di empat provinsi sasaran, di mana Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu wilayah utama pelaksanaannya, guna memperkuat kesiapsiagaan di kawasan Indo-Pasifik.
Bagi informasi lebih lanjut terkait program ini, masyarakat dapat menghubungi Silvia Fanggidae (Area Manager SIAP SIAGA NTT) di nomor +62 811-3827-878 atau Matheos Messakh (Communication Officer) di nomor +62 813-3927-2155.(*)





