ROTE NDAO | Nemberalanews.com – Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao menunjukkan adanya tren peningkatan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Kepala Dinas Kesehatan, dokter Nelly Febriani Riwu, menjelaskan bahwa jumlah kasus HIV & AIDS terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dikutip dari TVRI Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 8 Oktober 2025, beliau menyatakan bahwa pada tahun 2023 tercatat sebanyak 14 kasus. Di tahun berikutnya, terjadi lonjakan cukup besar dengan penambahan 28 kasus, sehingga total menjadi 42 kasus.
Hingga September 2025, tercatat ada tambahan 17 kasus baru, sehingga jumlah total kasus di Rote Ndao mencapai 59 orang. Dari total kasus tersebut, sebanyak 18 orang telah meninggal dunia dan 10 orang memutuskan pindah ke luar daerah.
Meski demikian, angka ini masih dianggap sebagai gambaran kecil dari kenyataan yang sebenarnya, karena faktor stigma sosial dan perlakuan diskriminatif terhadap penderita HIV/AIDS masih menjadi hambatan utama dalam proses deteksi dini dan penanganan kasus. dr. Nelly menyampaikan bahwa meskipun pemeriksaan HIV sudah dapat dilakukan di seluruh 12 puskesmas di Kabupaten Rote Ndao, kenyataannya stigma sosial dan diskriminasi masih menyelimuti upaya deteksi dini.
“Ini menjadi fenomena gunung es bagi kami. Kasus resmi yang tercatat adalah 59, tetapi kenyataannya masalah ini jauh lebih besar dari angka tersebut,” ujarnya.
Untuk mengatasi tantangan ini, Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka pencegahan serta deteksi dini. Pemeriksaan HIV yang telah tersedia di semua puskesmas diharapkan dapat mempercepat identifikasi kasus sehingga pengobatan dapat segera dilakukan, mencegah komplikasi yang lebih serius, dan mengurangi penularan lebih luas.
Selain upaya medis, pemerintah Kabupaten Rote Ndao aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya hubungan seksual yang sehat dan aman, serta sosialisasi tentang cara penularan, gejala, dan langkah pencegahan HIV & AIDS. Dr. Nelly mengingatkan masyarakat untuk menghindari seks bebas dan penggunaan narkoba, karena penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seksual dengan banyak pasangan dan penggunaan jarum suntik bersama pada pengguna narkoba.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengendalikan penyebaran HIV & AIDS dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Rote Ndao. Diharapkan, dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, angka kasus HIV & AIDS dapat dikendalikan dan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.(*)



