
Atlet tinju asal Sasana Boxing Camp Garuda Nemberala. (Foto: Dokumen Sasana Boxing Camp Garuda Nemberala)
KUPANG | NemberalaNews.com – Dalam rangka memperingati Dies Natalis IX Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur, ajang olahraga bertajuk Open Turnamen Tinju Amatir dan Futsal Piala Rektor Cup III UPG 1945 NTT Tahun 2026 digelar dengan meriah di Gedung Olahraga Flobamora, Oepoi, Kota Kupang.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi atlet muda dan mahasiswa untuk mempertunjukkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antardaerah. Turnamen mempertandingkan dua cabang olahraga. Futsal berlangsung lebih awal, yakni 2 hingga 8 Juni 2026, diikuti 24 tim dari 10 perguruan tinggi se-Kota Kupang.
Sementara cabang tinju amatir berlangsung 4 hingga 10 Juni 2026 dan melibatkan cakupan peserta yang lebih luas. Menurut Jeskiel M. Nalle, S.H., Ketua sekaligus pembina dan pelatih Sasana Boxing Camp Garuda Nemberala sekaligus Ketua Komisi Teknik Pertina Rote Ndao, turnamen ini diikuti 268 atlet yang terbagi dalam kategori Junior, Youth, dan Elite. Para petinju datang dari berbagai kabupaten dan kota di NTT, serta perwakilan Depok, Merauke-Papua Selatan, hingga atlet dari Timor-Leste.
Dari Kabupaten Rote Ndao, dua sasana turut berpartisipasi: Sasana Ita Esa Boxing Camp mengirimkan 6 atlet, sedangkan Sasana Garuda Nemberala menerjunkan 7 petinju. Dari jumlah itu, tim binaan Jeskiel berhasil membawa pulang lima medali. “Sintia V. Ndun dan Filiana Killi meraih medali perak, sedangkan Darling Poeh, Kiki Poeh, dan Marsel Nalle mendapatkan medali perunggu. Dua atlet lain, Ferdi Pandie dan Josua Adu, harus mengakui keunggulan lawan,” jelasnya kepada NemberalaNews.com, Sabtu (20/6/2026).
Pencapaian istimewa juga diraih Sintia V. Ndun yang dinobatkan sebagai Juara Favorit 2026 pada kategori Youth Girls kelas berat 48–50 kg. Jeskiel mengaku keikutsertaan tim didanai secara mandiri, namun tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
Meski berprestasi, Wakil Ketua Pengurus Sasana Boxing Camp Garuda Nemberala sekaligus Ketua Pelatih Usia Dini Pertina Rote Ndao, Marthen Poeh, menyampaikan sejumlah catatan. Dirinya menegaskan fasilitas latihan di sasana sudah butuh pembaruan namun terhambat keterbatasan dana. Padahal, sejak berdiri, sasana ini pada 2023 telah membina sekitar 20 atlet putra-putri dan sebelumnya telah mengoleksi 15 medali di berbagai kejuaraan. Tambahan lima medali pada Open Turnamen Tinju Amatir Piala Rektor Cup III UPG 1945 NTT Tahun 2026 kali ini makin memperpanjang daftar prestasi mereka.
Marthen Poeh juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap sarana olahraga dan pembinaan atlet. “Selama ini, setiap mengikuti iven kejuaraan di luar daerah, seperti Popda dan Kejurda Kabupaten Malaka tahun sebelumnya, ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Rote Ndao, namun pada kegiatan Open Turnamen Tinju Amatir Piala Rektor Cup III UPG 1945 NTT Tahun 2026 seluruh biaya ditanggung sendiri oleh sasana, atlet dan keluarga atlet”, imbuhnya Marthen Poeh.
Marthen Poeh juga menyoroti dugaan ketidakadilan penilaian. Kata dia, pengamatan tim pelatih, penampilan Sintia V. Ndun layak mendapatkan medali emas, namun panitia menetapkannya sebagai pemenang medali perak. Protes yang diajukan tidak membuahkan hasil; panitia berpendapat keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hal itu pun memicu kekecewaan. “Kami berharap ke depan panitia dan wasit bekerja lebih objektif, transparan, dan adil agar semangat atlet tetap terjaga,” pungkas Marthen Poeh.
Jeskiel M. Nalle dan Marthen Poeh juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus Pertina Rote Ndao, Ketua Pertina Rote Ndao Jems Therik, S.H., Sekretaris Tenny Giri, serta Nikodemus Ndun dari Dola Rosa Nemberala, Endang Sidin, serta pihak sekolah, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA N 1 Rote Barat Yoseph Ndoloe, S.Pd., Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Rote Barat Oniesimus Ndun, S.Pd., Gr., dan Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Rote Barat Julius Ndun, S.E., Bripda Cenjaya Rahmat Nalle dari Kepolisian Resor Rote Ndao, Manajer Belar Reef, Agabus Ndoko dan para orangtua atlet.
Secara keseluruhan, ajang ini berjalan sukses dan memberi pengalaman berharga bagi peserta. Namun, keberlanjutan prestasi membutuhkan dukungan menyeluruh—mulai dari pembenahan fasilitas, pendanaan, hingga sistem penilaian yang adil agar bibit atlet daerah terus tumbuh dan mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur.(*)





