
Terlihat ditengah Direktur PT Agrinas Wilayah Balinusra, Brigjen (Purn) Joao Xavier Barreto Nunes SE. MM, samping kiri dan kanan adalah Kepala Desa Sanggoen Matheos Bailao dan Dandim 1627/Rote Ndao Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono, S.H. (Foto: Sergius S. Tobuawen).
SANGGOEN | Nemberalanews.com – Brigjen (Purn) Joao Xavier Barreto Nunes SE. MM., selaku Direktur PT Agrinas Wilayah Balinusra. melakukan kunjungan kerja ke Desa Sanggoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (19/3/2026). Ia ditemani Dandim 1627/Rote Ndao Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono, S.H., serta Ketua Persit Cabang XXXXII Kodim 1627/Rote Ndao Ny. Sarlita Rahmawati (Bunda Tata). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Sanggoen dalam rangka Komsos Kreatif Merah Putih dan mempersiapkan kegiatan penjualan oleh Badan Anggaran (BA) KDKMP Sanggoen Bakti Kasih Merah Putih.
Pantauan langsung Nemberalanews.com di lapangan saat tiba di Gerai Home Stay KDKMP Sanggoen, Brigjen Joao disambut secara meriah oleh Kepala Desa Sanggoen Matheos Bailao, Melki N. Manafe sebagai Pelaksa Jabatan (PJ) Desa Persiapan Ne’e, aparat desa dari kedua desa tersebut, warga masyarakat, serta anak-anak. Pada kesempatan itu, Kepala Desa Matheos Bailao melaksanakan prosesi adat khas Rote, yang diakhiri dengan pemasangan topi Ti’i Langga dan selempang tradisional kepada tamu kehormatan. “Bapak datang di desa Sanggoen tujuannya untuk koperasi merah putih ini menjadi tanda persekutuan antara semua anggota. Semoga bapak jalan meninggalkan Rote Ndao tetapi hati bapak ada di Desa Sanggoen,” ucapnya dalam sambutan adat yang penuh makna.
Setelah prosesi adat selesai, Brigjen Joao berjabat tangan dengan para kepala desa dan Ketua KDKMP, sekaligus memberikan bantuan susu kepada anak-anak desa yang hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda.
Dalam pemaparannya, Ketua KDKMP Sanggoen Sarsemi Marthinus Bessie menyampaikan perkembangan koperasi hingga saat ini. Per tanggal 5 Maret 2026, KDKMP telah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun buku 2025 dengan total sebesar Rp104.677. Meskipun nilai tersebut relatif kecil, ia menegaskan bahwa seluruh anggota tetap bersemangat dan berkomitmen untuk mengembangkan koperasi di tahun buku 2026.
“Sampai saat ini kita punya 54 anggota, dengan simpanan pokok terkumpul Rp1.250.000 sejak tanggal 5 Januari lalu. Modal itu kita gunakan untuk menjalankan unit usaha yang ada,” jelas Sarsemi.
KDKMP Sanggoen juga telah mendapatkan alokasi minyak tanah dari Pertamina Patra Niaga sejak 7 Januari 2026 dengan kuota 0,6 kiloliter, yang cukup untuk melayani sekitar 120 kepala keluarga dari total 564 KK di desa. “Kita berharap bisa mendapatkan kuota tambahan menjadi 1 hingga 1,5 kiloliter. Kalau modal kurang, kita siap cari investor dengan skema bagi hasil 60% untuk investor dan 40% untuk koperasi,” ujarnya.
Selain unit usaha minyak tanah, unit usaha minyak goreng baru mulai beroperasi sejak 5 Maret dan pernah mencatatkan penjualan tertinggi 348 liter dalam sehari. Minyak goreng dijual dengan harga Rp15.700 per liter dengan margin Rp1.200 per liter dari alokasi Bulog. Target penjualan tahunan untuk minyak goreng adalah 1.101 ton dengan potensi omset Rp139.573.000 dan keuntungan sekitar Rp13.335.000. Kombinasi kedua unit usaha ini diharapkan dapat menghasilkan keuntungan bersih Rp16.800.000 pada akhir tahun, di mana sebagian akan dibagikan sebagai bagi hasil perdana kepada anggota.
Koperasi juga telah mengajukan kerja sama dengan 8 BUMN antara lain Bulog, Pupuk Indonesia, dan Kimia Farma sejak Agustus 2025, meskipun saat ini baru 2 yang telah menyetujui kerjasama. Tak hanya itu, KDKMP Sanggoen terpilih sebagai salah satu dari 514 koperasi yang berhak mengikuti magang di Maros, Sulawesi Selatan, dan tengah menjajaki program kampung budidaya ikan air tawar untuk meningkatkan sumber penghasilan masyarakat.
“Saat ini kita masih mengalami kendala karena pernah rugi saat menjalin kerja sama dengan salah satu mitra MBG yang batal mengambil produk. Tapi itu jadi pembelajaran bagi kita. Target akhir tahun, setelah gedung koperasi diresmikan, kita ingin bisa menyuplai 10 ton pupuk subsidi agar petani tidak perlu keluar biaya besar untuk membeli pupuk,” tambah Sarsemi.
Dalam tanggapannya, Brigjen Joao menjelaskan bahwa konsep KDKMP yang sedang berjalan saat ini berbeda dengan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1992 tentang Koperasi. Menurutnya, melalui Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, PT Agrinas ditunjuk sebagai eksekutor untuk membangun gerai koperasi yang akan bekerja sama dengan 17 kementerian dan lembaga terkait.
“Tujuan utamanya adalah seluruh masyarakat desa menjadi anggota koperasi tanpa ada sumbangan wajib atau sukarela – semuanya didukung oleh negara dan dikelola oleh masyarakat sendiri. Nantinya, masyarakat desa akan punya kendali harga komoditas seperti jagung dan beras hingga tingkat nasional – itu yang namanya perekonomian kerakyatan,” jelasnya.
“Kalau ada yang pesimis bilang program ini tidak jalan, itu berarti kita yang di desa belum mau bekerja sama dan bergerak. Semua sudah disiapkan dengan baik, tinggal kita wujudkan bersama,” pungkas Brigjen Joao dengan semangat membangun.(*)




