
Petugas Divisi Ompreng SPPG Nemberala (Foto: Tangkap Layar Instagram).
NEMBERALA | Nemberalanews.com – Sebuah video berdurasi satu menit 17 detik yang menampilkan proses pembersihan ompreng oleh petugas Divisi Ompreng SPPG Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi viral di berbagai media sosial. Video yang awalnya diunggah oleh akun @NTT Terkini dan kemudian disebarkan kembali oleh akun Facebook pribadi @Strom Om ini memicu beragam tanggapan dari netizen.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah petugas saling bercanda dan menyiram air sabun ke wajah satu sama lain sambil tertawa, tanpa memperhatikan standar kebersihan ompreng yang seharusnya diterapkan. Teks yang menyertai video menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada Jumat, (13/3/2026), sekitar pukul 15.30 Wita di RT 004/RW 002 Desa Nemberala Kecamatan Rote Barat. Disebutkan bahwa kejadian berlangsung saat petugas dapur MBG sedang membersihkan ompreng, dan salah satu petugas merekam momen tersebut untuk diunggah ke status WhatsApp. Kejanggalan utama yang disoroti adalah cara pembersihan yang tidak memperhatikan kebersihan serta banyaknya bercanda di antara petugas.
Unggahan tersebut memantik berbagai komentar dari warganet yang khawatir akan dampaknya terhadap kualitas makanan. Salah satu netizen dengan akun @Neng Amora menuliskan kekhawatirannya terkait kebersihan makanan yang nantinya disajikan, terutama mengingat ompreng adalah peralatan yang digunakan dalam proses penyajian makanan. Komentar lainnya juga menyoroti kekhawatiran bahwa jika pembersihan ompreng saja dilakukan secara asal-asalan, kemungkinan besar penanganan bahan makanan lain seperti sayuran dan buah-buahan juga tidak dilakukan dengan benar.
Menanggapi hal ini, Kepala SPPG Nemberala, Jacinda Lunga Lado, S.E., dalam keterangannya kepada Nemberalanews.com pada Minggu (15/3/2026) membenarkan keaslian video tersebut. Ia menyatakan bahwa kejadian tersebut memang dilakukan oleh petugas Divisi Ompreng SPPG Nemberala, dan pihaknya telah melakukan klarifikasi terkait peristiwa ini melalui media sosial.
“Harapan saya sendiri dari kejadian yang terjadi dan konsekuensi yang didapat Divisi Ompreng menjadi efek jerah dan tidak terulang kembali sesuai janji yang disebutkan di dalam video klarifikasi,” ujar Jacinda.
Dalam video klarifikasi yang dirilis melalui media Intagram @Sppg Nemberala, petugas Divisi Ompreng menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. “Selamat sore, kami dari tim Divisi Ompreng. Pada kesempatan ini kami memohon maaf atas perbuatan kami yang melanggar SOP SPPG Nemberala. Kami sadar penuh kesalahan yang kami lakukan dan sudah menerima sanksi atas perbuatan kami. Kami berjanji bahwa kejadian serupa tidak akan terulang lagi. Jika terulang lagi melanggar SOP, maka kami siap diberhentikan. Untuk perhatiannya, kami ucapkan terima kasih,” bunyi pernyataan dalam video tersebut.(*).



