Dalam satu bulan terakhir ini, masyarakat Indonesia yang sangat majemuk ini merayakan hari-hari besar keagamaan. Mulai dari perayaan Idul Fitri yang dirayakan umat Islam, kemudian hari Tri Suci yang merupakan rangkaian dari Kamis Putih, Jum’at Agung hingga kebangkitanNYA yang dirayakan sebagai Hari Paskah di hari Minggu 20 April.
Sementara Rabu 23 April 2025 ini, umat Hindu di Bali dan seluruh Nusantara merayakan Hari Raya Galungan dan dalam dua pekan ke depan akan merayakan Hari Raya Kuningan. Itu sebabnya perayaan Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu sering disampaikan dalam satu rangkaian ucapan selamat merayakan Galungan dan Kuningan.
Dalam konteks kultur Hindu di Bali, Hari Raya Galungan merupakan perayaan kemenangan kebaikan atau yang biasa disebut dengan dharma dalam melawan keburukan, kejahatan atau yang biasa disebut dengan istilah adharma.
Biasanya perayaan Galungan ini diawali dengan melakukan aktifitas nampah, yang merupakan kegiatan memotong ternak dan biasanya yang dipotong adalah ternak babi. Memotong babi tidak sekedar memotong fisik semata, tetapi merupakan simbol memotong sifat dan naluri kebinatangan seperti hawa nafsu dan keberingasan yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.
Kegiatan memotong hewan saat penampahan galungan biasanya dilakukan secara bergotongroyong yang dibarengi dengan semangat berbagi yang positif, hal ini memiliki harapan agar pembagian dan persembahan umat Hindu di Bali menjadi bermakna bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya.
Terkait ini budayawan Bali, Mas Ruscitadewi, mengatakan bahwa tanpa pemahaman yang baik maka makna perayaan dan persembahan akan menjadi campah alias tidak bernilai atau tidak berharga lagi.
Selamat merayakan Galungan bagi umat Hindu – Bali yang ada di Kabupaten Rote Ndao, selamat merayakan kemenangan Dharma yang bermakna. Salam Rahayu.. 🙏




Umat Hindu di Bali dan seluruh Nusantara merayakan Hari Raya Galungan dan Hari Raya Kuningan