ABK KM Sarisi Pasra 007 beserta imigran gelap asal China di atas kapal tanpa identitas, sesaat setelah tiba di perairan Pulau Rote
BA’A | Nemberalanews.com – Sebuah kapal tanpa identitas bersama 5 Anak Buah Kapal (ABK) serta 6 penumpang asal China, Minggu 4 Mei 2025 sekitar pukul 09.00 WITA berhasil diamankan Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
“Kapal tanpa identitas ini melintang Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya. Kapal tersebut diawaki oleh 5 orang ABK asal Konawe, Sulawesi Tenggara dan membawa 6 orang diduga imigran asal China,” ungkap Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono S.ST. M.K.P. saat dihubungi Nemberalanews.com melalui sambungan pesan singkat WhatsApp.
Menurut Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono S.ST, M.K.P. sekira pukul 08.40 Wita, Bhabinkamtibmas Desa Batutua, Aipda Edy Suryadi menerima informasi dari nelayan melihat sebuah kapal tanpa nama dan tanpa bendera tengah berlayar mencurigakan di Perairan melintang Batutua.
Sekitar pukul 10.00 Wita, Unit POA Sat. Intelkam dan Unit Tipiter Satreskrim Polres Rote Ndao mengamankan kapal mencurigakan tersebut dan membawa kapal (adhoc) menuju ke Pelabuhan Rakyat Oebou, Desa Oebou, Kec. Rote Barat Daya. “Kemudian seluruh ABK kapal yang berjumlah 5 orang dan 6 orang penumpang yang diduga imigran asal China berjumlah dievakuasi menuju Polres Rote Ndao.” ujar Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono S.ST. M.K.P.
Ia menambahkan berdasarkan hasil penyidikan sementara dari kelima awak kapal bahwa mereka berangkat dari Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara menggunakan KM Sarisi – Pasra 007 yang dinahkodai Sarisi pada tanggal 24 April 2025 membawa muatan penumpang warga negara China sebanyak 6 orang dengan bayaran masing-masing Rp.20 juta dan akan ditambah lagi sebanyak Rp.47 juta jika sudah tiba di Australia.
“Pada tanggal 29 April 2025, Kapal Sarisi – Pasra 007 memasuki Perairan Australia kemudian tertangkap oleh Australia Border Force (ABF), lalu Kapal dan seluruh penumpangnya ditahan dan dilakukan pemeriksaan.” imbuh AKBP Mardiono S.ST, M.K.P.
Dari hasil pemeriksaan terhadap para ABK dan imigran gelap asal China ini diketahui bahwa mereka semua tidak memiliki paspor, maka pihak otoritas Australia kemudian membakar KM Sarisi – Pasra 007 di perbatasan Australia – Indonesia.
Pada Minggu, 4 Mei 2025 inilah para terduga imigran dan ABK kemudian diberikan sebuah kapal fiber tanpa nama, tanpa bendera dan tanpa identitas lalu diperintahkan berlayar menuju Rote Ndao. “Untuk berlayar kembali menuju Indonesia (Pulau Rote) kapal tanpa identitas ini dibekali dengan kompas, peta perbatasan Laut Indonesia – Australia, makanan dan bahan bakar secukupnya.” pungkas Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono S.ST. M.K.P. (*)





Apa tujuan 6 orang Imigran China Mau Masuk Australi tanpa Pasport dan Identitas Jelas???
Masyarakat Konawe, Sulawesi selatan diperdaya dengan iming-iming uang maka kapal hangus, bahkan masih di Tahan juga.🤦