Ruang Tunggu Pelabuhan Tenau - Kupang sampah berserakah (Foto: Pengguna Transportasi Laut)
Kupang | Nemberalanews.com – Kondisi ruang tunggu Pelabuhan Kapal Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin memprihatinkan akibat tumpukan sampah yang berserakan. Sampah-sampah tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan aroma yang tidak sedap dan berpotensi berdampak pada kesehatan serta mencemari lingkungan sekitar.
Pengguna transportasi laut menyayangkan lambannya penanganan dari Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Apt dan Wakil Gubernur Drs. Johni Asadoma, M.Hum., dinilai gagal mengatasi persoalan sampah di pelabuhan. “Sampah di pelabuhan sudah menjadi masalah krusial. Gubernur dan Wakil harusnya lebih serius dalam menangani masalah ini,” kata seorang pengunjung saat diwawancarai Nemberalanews.com pada Jum’at pagi, 20 Juni 2025.
Kritik juga ditujukan terhadap minimnya fasilitas pengelolaan sampah serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Hal ini semakin merusak kondisi lingkungan pelabuhan yang setiap hari ramai oleh pengguna jasa transportasi laut.
“Pemerintah provinsi harus segera bertindak. Petugas kebersihan perlu dibekali dengan standar kerja yang lebih baik. Ini bukan sekadar soal kebersihan, tapi menyangkut kesehatan dan kenyamanan publik. Melki jangan hanya sibuk dengan kegiatan seremonial, tapi juga perlu memperhatikan fasilitas umum yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar pengunjung lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret seperti penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, peningkatan edukasi kebersihan kepada warga, peningkatan kualitas kerja petugas kebersihan, serta pelaksanaan program berkelanjutan untuk mengurangi sampah di kawasan publik, khususnya pelabuhan.






Up
Semoga Gubernur segera perhatikan kebersihan di Ruang Tunggu Pelabuhan Tenau.