TPNPB-OPM Yahokimo, (Sumber: Tempo.co).
Yahukimo | NemberalaNews.com – Papua kembali berduka setelah insiden penembakan brutal yang menewaskan seorang prajurit TNI dari Kodim 1715/Yahukimo Papua, bernama, Serka Seger Mulyana, di Jembatan Kali Biru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada Senin, 16 Juni 2025.
Peristiwa penembakan ini terjadi saat Serka Seger Mulyana, sendiri mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang dari Rumah Sakit Umum Dekai menuju markas Kodim 1715/Yahukimo, sekitar pukul 10.45 WIT, korban ditugaskan untuk mengambil obat-obatan untuk rekan anggotanya yang sedang sakit.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, menyampaikan bahwa korban ditembak dan dianiaya secara brutal oleh kelompok separatis bersenjata. “Korban ditemukan dengan luka tembak di dada kanan, luka bacok di leher, dagu, tangan kiri, pergelangan tangan kiri, serta luka tusuk di dada kiri.” Ungkap Kristomei, dikutip oleh Nemberalanews.com melalui pemberitaan Tempo.co, Rabu, 18 Juni 2025.
Lanjut, Kristomei Sianturi mengatakan bahwa “TNI mengecam keras tindakan tidak berperikemanusiaan dan menegaskan komitmennya untuk mengejar serta menindak para pelaku kekerasan bersenjata yang terus mengancam stabilitas wilayah”. Lanjut Kristomei Sianturi.
Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengatakan bahwa aksi penembakan terhadap prajurit itu sudah direncanakan oleh kelompoknya di wilayah Kodap Yahukimo dan tegasnya siap bertanggung jawab atas peristiwa penembakan itu.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang upaya perdamaian dan keamanan di Papua seluruhnya. Kehilangan nyawa seorang prajurit TNI adalah tragedi yang tidak boleh diabaikan, dan menuntut respons yang komprehensif dan berkelanjutan dari pemerintah dan semua pihak yang terlibat.





Up
Semoga ada solusi dari Pusat untuk Jalur penentuan pendapat rakyat guna menyelesaikan masalah penembakan yang berkepanjangan