Pasien rujukan PKM Delha, dirujuk ke RSUD Ba'a menggunakan kendaraan angkutan barang jenis pick-up. Peristiwa pada Sabtu 30 November 2024 ini terjadi karena ambulan Puskesmas tidak memiliki tenaga sopir, sehingga ambulan tidak dapat dioperasikan seperti biasanya.
DELHA | NemberalaNews.com – Akibat tidak beroperasinya kendaraan ambulan Puskesmas, penanganan pasien rujukan dari Puskesmas Delha ke RSUD Ba’a menjadi terhambat. Hal ini dialami oleh Gracelya Juluwanda Lo’o (21) ibu muda asal Desa Oenggaut, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 30 November 2024.
Peristiwa yang terjadi di Puskesmas Delha ini membuat ibu muda yang sehari-hari dipanggil Wanda ini, oleh kerabatnya terpaksa harus diangkut menggunakan kendaraan angkutan umum jenis pick-up.
Wanda yang tengah hamil ini dirujuk ke RSUD Ba’a karena melalui hasil diagnosa awal diketahui jika bayi dalam kandungannya mengalami Intrauterine fetal death (IUFD) atau stillbirth alias meninggal dalam kandungan.
Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya dan kebetulan berada di puskesmas mengatakan bahwa ia menyaksikan peristiwa ini dan kemudian terpanggil untuk ikut membantu mencarikan kendaraan milik warga sekitar yang bersedia mengantar Wanda dan kerabatnya menuju RSUD Ba’a.
“Tadi kami ikut membantu mencarikan kendaraan, karena tidak adanya tenaga sopir ambulan, sehingga ambulan tidak dapat digunakan untuk mengantarkan pasien rujukan dari Puskesmas Delha menuju ke rumah sakit Ba’a”, terang warga tersebut.(Bud)





Gas