Rehabilitasi Tanaman Mangrove di Desa Bo'a, oleh Yayasan THRIVE CONSERVATION, Kolaborasi yang inspiratif dengan English Club, Pemerintah Desa Bo'a, Pokmaswas, dan Mahasiswa KKN UGM. (Foto Exel Lany).
BO’A | NemberalaNews.com – Kegiatan Kolaborasi Rehabilitasi Mangrove di Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Suksesnya Kerja Sama untuk Pelestarian Lingkungan.
Yayasan THRIVE CONSERVATION, dalam kolaborasi yang inspiratif dengan English Club, Pemerintah Desa Bo’a, (Kelompok Masyarakat Pengawas) Pokmaswas, dan Mahasiswa (Kuliah Kerja Nyata) KKN, (Universitas Gadjah Mada) UGM, telah berhasil melaksanakan kegiatan penanaman kembali mangrove di Desa Bo’a, pada Kamis, 26 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Menurut Evi Ojan, perwakilan dari Yayasan THRIVE CONSERVATION, menekankan peran penting English Club dalam keberhasilan program ini. “Kegiatan ini dijalankan atas semangat dan perjuangan anak-anak remaja English Club yang memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya kepada NemberalaNews.com, Kamis, 26 Juni 2025.
Mereka aktif terlibat dalam seluruh proses, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga penanaman bibit mangrove di habitat aslinya. Evi berharap, semangat ini terus didukung dengan fasilitasi dan edukasi yang memadai, mengingat hutan mangrove memiliki peran vital, tidak hanya sebagai pelindung abrasi dan penyumbang oksigen, tetapi juga sebagai potensi wisata seperti kayaking dan lainnya. Keberhasilan kegiatan ini juga tak lepas dari partisipasi aktif Pemerintah Desa Bo’a, Kelompok Pokmaswas, dan Mahasiswa KKN UGM. Â melihat partisipasi ini sebagai atensi positif yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.
Seorang mahasiswa KKN UGM, Cinta, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berpartisipasi. “Kegiatan ini memungkinkan kami berbagi ilmu dan pengalaman, menerapkan ilmu yang kami peroleh selama proses belajar ke masyarakat. Secara pribadi, kegiatan ini sangat sesuai dengan jurusan saya di Fakultas Kehutanan,” tuturnya. Dirinya, berharap kegiatan serupa terus diadakan untuk menjaga ekosistem lingkungan, terutama hutan mangrove.
Jermias Manubulu, perwakilan Desa Bo’a, menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Penting untuk mengajarkan anak-anak remaja sejak dini tentang menjaga dan melestarikan lingkungan, terutama mangrove,” jelasnya.
Perwakilan Desa Bo’a, menyoroti maraknya kerusakan hutan mangrove akibat ketidaktahuan akan manfaatnya, bahkan hingga penebangan dan penjualan kayu mangrove secara ilegal seperti yang diberitakan oleh media, PORTALNTT (https://lnk.ink/P907g). Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan dapat memahami dan menerapkan pentingnya menjaga kelestarian mangrove untuk masa depan.
Kolaborasi antara Yayasan THRIVE CONSERVATION dan berbagai pihak dalam rehabilitasi mangrove di Desa Bo’a merupakan contoh nyata keberhasilan sinergi untuk pelestarian lingkungan. Partisipasi aktif generasi muda dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya ini. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Indonesia, dan lebih khusus di Rote Ndao.





Tanam Mangrove Banyak – Banyak Nanti Baru Nihi Pi ambil 😀
Gaskan