Beberapa remaja Dusun Kola mengelilingi motor yang dikendarai Fadli Fora, yang jatuh terperosok di lubang lokasi proyek perbaikan jembatan Kola. Jumat (11/7/2025). Kondisi motor dalam keadaan rusak parah pada bagian depan, dimana velg motor dan shockbreaker depan dalam keadaan patah.(Foto: Medi Mia)
KOLA | Nemberalanews.com – Nasib sial menimpa Fadli Fora (16) warga Dusun Fidelas, Desa Suebela Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, yang mengalami kecelakaan tunggal di lokasi proyek perbaikan jembatan Kola, yang terletak di Desa Nggodimeda, Rote Tengah.
Kejadian berawal disaat korban bersama rekannya bernama Alendro Anin (16) berangkat dari Pantai Baru menuju acara pesta di Dusun Pedalain. Mereka masing-masing mengendarai dua kendaraan bermotor roda dua dan berjalan beriringan. Ini dilakukan karena motor yang dikendarai korban tidak dilengkapi lampu utama.
Saat mendekati proyek jembatan Kola, Alendro Anin sempat memanggil korban agar berbelok ke kiri masuk ke jalan darurat yang sudah disiapkan oleh pelaksana proyek jembatan. Namun korban malah tancap gas menerobos lokasi proyek dan akhirnya terperosok ke dalam lobang proyek jembatan setinggi kurang lebih 3 meter. “Tadi saya ada di belakang Fadli, untuk menerangi jalan agar ia bisa melihat jalanan di depannya, sebelum belok kiri saya beberapa kali memanggil Fadli tapi dia tidak mendengar dan malah tancap gas, akhirnya masuk ke lobang perbaikan jembatan,” ungkap Alendro Anin.
Salah satu saksi mata Ira Biredoko, warga setempat yang ada di lokasi kejadian mengatakan bahwa ia mendengar ada suara motor dengan kecepatan tinggi dari arah Oenitas. “Tadi setelah magrib, saya dengar suara motor ngebut dari arah Oenitas, lalu menabrak besi penghalang jalan dan kemudian suara benturan keras di arah jembatan, begitu saya keluar mencari tau ternyata korban sudah tertimpa motornya sendiri di saluran air jembatan,” ujar Ira Biredoko, Jum’at (11/7/2025) malam.
Ira menambahkan bahwa korban kemudian ditolong oleh warga yang melintas dan dibawa ke Puskesmas Feapopi, namun berhubung Puskesmas tidak ada aktifitas pelayanan malam hari, maka korban dilarikan ke Puskesmas Korbafo di Pantai Baru yang jaraknya lebih jauh. “Saya heran kenapa puskesmas tidak ada aktifitas dan tutup di malam hari, padahal Puskesmas di tempat lain selalu buka di malam hari, jadi kalau terjadi apa-apa seperti tadi masih bisa melayani masyarakat saat terjadi gawat darurat seperti ini,” imbuh Ira Biredoko.
Menurut Ira Biredoko, suasana jalanan yang gelap tanpa lampu penerang jalan dan ditambah motor yang dikendarai tidak memiliki lampu utama menjadi penyebab Fadli Fora tidak melihat tanda-tanda proyek yang sudah dipasang pelaksana proyek. “Kemarin sebenarnya pihak TBA akan mengambil aliran listrik dari gereja tempat kami untuk menerangi jalan agar warga melihat rambu-rambu proyek. Tapi entah kenapa tidak jadi,” ungkap Ira Biredoko kepada Nemberalanews.com di lokasi kejadian.
Sementara, itu Aipda I Made, Kanit SPKT 1 Polsek Rote Tengah, yang ditemui Nemberalanews.com di Puskesmas Korbafo, Pantai Baru mengimbau kepada warga Rote Tengah, khususnya anak-anak remaja dan pemuda agar saat berkendaraan di malam hari memperhatikan kelengkapan kendaraan bermotornya, khususnya lampu penerang utama dan juga mengenakan helm. “Kalau kita lihat di TKP (tempat kejadian perkara) itu kan gelap dan ini tentu membahayakan para pengguna jalan, apalagi jika kita berkendara dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan kecelakaan tunggal seperti ini sering terjadi akibat kelalaian pengendara sendiri. Adapun kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Fadli Fora telah diserahkan ke unit Satlantas Polres Rote Ndao untuk ditangani lebih lanjut.
Sedangkan kondisi korban Fadli Fora tidak mengalami luka serius. Di ruang gawat darurat, korban terlihat hanya menderita luka memar pada bagian mata kanan serta luka lecet di bagian dada dan perut.(*)





Up
Selalu waspada dalam berkendaraan baik roda 2 maupun roda 4.
Sebaiknya kontraktor proyek ju ada perhatian untuk kasi terang ini jalan..