TIM SPI-DUKS SMA N 1 Rote Barat. (Foto: P. W. Lany).
SEDEOEN | NemberalaNews.com – SMA Negeri 1 Rote Barat, yang beralamat di Desa Sedeoen, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di kancah nasional.
Guru pembimbing “Tim Spiduks”, P. Waris Lany, S.Pd., saat di konfirmasi NemberalaNews.com, Rabu, 02 Juli 2025 mengatakan bahwa gabungan empat siswa berbakat kelas X, berhasil, “meraih juara pertama dalam Lomba Bina Inovasi Siswa (BISA) tahun 2025”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA MDR). Ujar P. Waris Lany.
Kemenangan Lomba BISA 2025 ini, diumumkan pada Selasa, 01 Juli 2025, yang dibagikan melalui media (Foto: Instagram yayasanastra_ypamdr). Yayasan Pendidikan Astra mengeluarkan hasil lomba BISA tahun 2025 jenjang SMA/K. Juara pertama diraih oleh tim SPI-DUKS dari SMAN 1 Rote Barat, Rote Ndao, dengan karya “SPI-DUKS” Tinta Spidol Ramah Lingkungan dari Daun Kusambi.
Posisi kedua ditempati oleh tim ULP Skensadar dari SMKN 1 Leuwidamar, Lebak, dengan karya “RanDy si Baduy” (Ranji Candy Khas Baduy). Juara ketiga adalah tim Bricket Tongkol Jagung dari SMKN 1 Borong, Manggarai Timur, dengan karya Briket Tongkol Jagung.
Juara harapan I dan II masing-masing diraih oleh tim Sotis (SMKN 1 Takari, Kupang) dengan karya “Limbah yang Menguntungkan,” dan tim Z-Stars (SMKN 1 Leuwidamar, Lebak) dengan karya “Kopi Siki Tangkil.
Keberhasilan itu menandai prestasi luar biasa, mengingat SMA Negeri 1 Rote Barat telah mempertahankan gelar juara pertama selama dua tahun berturut-turut.
Menurut guru pembimbing, lomba BISA yang telah berlangsung selama tiga atau empat tahun, diikuti oleh ratusan sekolah dari seluruh Indonesia. Namun, Lomba ini “menantang siswa untuk berinovasi dan menuangkan ide-ide mereka ke dalam karya tulis ilmiah”, kemudian mempresentasikannya di babak final. Tahun ini, proses lomba berlangsung mulai dari pendaftaran proposal tim pada akhir Maret, pengerjaan materi pada April-Mei, babak Grand Final 10 besar (presentasi) pada Juni, dan puncaknya pengumuman pemenang pada awal Juli. Ungkap P. Waris Lany.
Sementara, “Tim Spiduks” itu, terdiri dari Alce Rondo, Kristian Nggadas, Nova Mbate, dan Vridian Mbatu, dibawah bimbingan guru pembimbing P. Waris Lany, S.Pd., mengusung inovasi yang unik dan berkelanjutan. Tim Spiduks berhasil “menciptakan tinta spidol organik dan ramah lingkungan dari daun Kusambi, sebuah pohon ikonik Rote Ndao yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal”. Senyawa tanin dalam daun kusambi menghasilkan “pigmen warna hitam alami, menjadikannya bahan baku yang ideal untuk tinta spidol”. Kata guru pembimbing.
Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar, mengingat belum adanya produk serupa di pasaran, baik di Rote Ndao maupun Indonesia. Selanjutnya, Keberhasilan Tim Spiduks merupakan bukti nyata dari komitmen SMA Negeri 1 Rote Barat dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek. “Proses riset, eksperimen, dan penulisan karya tulis ilmiah telah membentuk karakter dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah serta mengembangkan solusi inovatif”. Kemenangan ini juga menunjukkan kualitas dan daya saing siswa Rote Barat di tingkat nasional. Lanjutnya.
Ke depan, P. Waris Lany dengan binaanya berharap “inovasi tinta spidol dari daun Kusambi dapat dipatenkan, sehingga menjadi produk unggulan Kabupaten Rote Ndao dan kebanggaan SMA Negeri 1 Rote Barat”. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi siswa-siswi lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun daerah. Kemenangan ini bukan hanya milik Tim Spiduks, tetapi juga merupakan kemenangan bagi seluruh masyarakat Rote Ndao dan bukti nyata bahwa potensi inovasi tersembunyi di setiap pelosok negeri, pungkas pembimbing.(*)





Semangat SMA N 1 Rote Barat untuk pencapaian 2 tahun berturut-turut . 👍👍