Tempat Penjemuran Petani Rumput Laut di Pantai Nemberala terlihat sebagian tumpukan kecil rumput laut yang dijemur, menandakan produktivitas Petani Rumput Laut menurun (Foto Sergius S. Tobuawen).
NEMBERALA | Nemberalanews.com – Setiap tanggal 24 September, Indonesia memperingati Hari Tani Nasional, sebuah momentum bersejarah penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) yang disahkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno atau bung Karno. Undang-undang ini menjadi landasan bagi hukum pertanahan nasional yang lebih adil dan berpihak kepada petani.
Dalam semangat Hari Tani, petani rumput laut di Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan aspirasi mereka terkait keberlanjutan budidaya rumput laut. Dua isu utama yang menjadi perhatian adalah kebutuhan akan bibit baru dan pentingnya menjaga kebersihan lahan budidaya.
Pidens Oktovianus Ndun (48), seorang petani rumput laut dari Dusun Nemberala Selatan, menekankan perlunya bibit rumput laut varietas baru.
Baca Juga: Keluhan Petani Padi, Antara Harapan dan Kenyataan di Hari Tani
“Bibit yang ada sekarang sudah kurang produktif karena terlalu lama digunakan,” katanya kepada media ini pada Selasa 23 September 2025.
Ia juga menyerukan tindakan kolektif dari masyarakat untuk membersihkan tali dan patok lama di laut, serta memulai budidaya dengan bibit unggul yang baru. Selain masalah bibit, kesadaran akan kebersihan lahan budidaya juga menjadi perhatian serius.
“Sangat disayangkan tindakan sebagian orang yang tidak membersihkan tali induk penyangga, patok kayu, sisa jaring yang terobek yang terabaikan disamping rumput laut setelah tidak lagi aktif membudidayakan. Tali-tali yang terbengkalai menjadi tempat tumbuhnya lumut, yang merugikan petani lain”, jelasnya.
Pidens O. Ndun berharap Pemerintah Desa Nemberala dapat memberikan intervensi terkait masalah ini.
“Pemerintah desa segera membuat aturan yang memberikan efek jera bagi mereka yang tidak membersihkan lahan budidaya”, harapnya.
Selain itu, pemerintah desa diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan ekosistem lahan budidaya rumput laut.
“Dengan adanya bibit baru dan kesadaran untuk menjaga kebersihan lahan, diharapkan produktivitas rumput laut di Nemberala dapat meningkat, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan petani”, pungkasnya.(*)




