Mikson Bernadus Defretis,
NEMBERALA | NemberalaNews.com – Pihak Puskesmas Delha enggan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan kasus warga Desa Nemberala yang dirujuk ke RSUD Ba’a tanpa surat rujukan dan tanpa didampingi petugas medis, pada Rabu 29 Januari 2025 kemarin.
Terkait pemberitaan tersebut, redaksi NemberalaNews.com sempat menghubungi salah seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Delha melalui sambungan telepon. Namun, dokter tersebut mengatakan bahwa tidak perlu ada klarifikasi dari pihak Puskesmas Delha terkait peristiwa yang dialami warga Desa Bo’a bernama Mikson Defretis.
Baca Juga: Warga Dirujuk ke RSUD Ba’a Tanpa Didampingi Petugas Puskesmas
“Cukup beritanya sampai disini dan kami dari pihak Puskesmas Delha tidak ada klarifikasi mengenai berita tersebut. Biarlah itu menjadi pembenahan kami dari pihak PKM Delha”, terang dokter yang tidak bisa kami sebutkan identitasnya tersebut.
Dalam percakapan melalui telepon ini, awak redaksi NemberalaNews.com sempat meminta agar ia dihubungkan dengan Kepala Puskesmas Delha untuk mendapatkan klarifikasi atas kasus Mikson Defretis. Namun sang dokter menolak permintaan tersebut.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Mikson Bernadus Defretis (31), Warga RT.006/RW.003, Dusun Nggause, Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, pada Rabu pagi 29 Januari 2025 mengalami kecelakaan kerja saat sedang berada di proyek bangunan di Dusun Oemau, Desa Bo’a.
Punggung kaki kanan Mikson Defretis terkena mesin gerinda yang digunakannya saat sedang bekerja di lokasi proyek bangunan. Mikson pun segera dilarikan ke Puskesmas Delha. Kendati sudah ditangani secara medis, namun melihat luka terbuka yang agak dalam pihak Puskesmas Delha kemudian merujuknya ke RSUD Ba’a.
Sayangnya, dalam proses dirujuk ke RSUD Ba’a tersebut, pihak Puskesmas Delha tidak ikut serta mendampingi pasien rujukannya (*)






baiklah semoga jadi pembelajaran bagi pihak PKM, selanjutnya tidak boleh terjadi lagi.
Kepala puskesmas wajib berikan klarifikasi biar jangan ada tanda tanya dari publik
Kalo tidak ada tidak mau memberikan klarifikasi ya berarti semuanya betul
Tanda tanya besar untuk kapus
Semua tergantung pimpinan
Su mengakui itu…. Berarti ada kesalahan dalam pelayanan