Jalan Jakob Soleman Hangge kilometer 3, yang merupakan jalan lapen dan dibangun di tahun 2000-an, yang mana kondisi struktur jalan saat ini mengalami kerusakan parah karena tidak adanya perawatan. (Foto: Ardi Mbatu)
BO’A | NemberalaNews.com – Warga Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan jajaran dibawahnya, untuk tanggap dan segera memperbaiki jalan utama di desa mereka. Adapun jalan utama yang dimaksud adalah Jalan Jakob Soleman Hangge Km3 yang merupakan jalan lapen dan dibangun di tahun 2000-an, yang mana kondisi struktur jalan saat ini mengalami kerusakan parah karena tidak adanya perawatan.
“Kami minta tolong kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan ini karena kondisinya sudah berbatu-batu dan berlubang, hampir-hampir tidak bisa dilalui, sedangkan akses jalan tersebut merupakan akses jalan utama yang saya lewati setiap hari saat saya berangkat dan pulang kerja”, ungkap Aris Manubulu (43) saat ditemui NemberalaNews.com di tempat kerjanya pada Senin 3 Januari 2025.
Hal yang sama diungkapkan oleh Andre Mesah (38) warga Dusun Fimok, RT.009/RW.005. Menurut Andre Mesah, kondisi jalan lapen saat ini sangat berbahaya, namun berhubung tidak ada jalan lain maka mau tidak mau warga setempat harus melintasinya. “Tidak ada jalan lain selain harus dilalui, sebagai warga pengguna jalan tersebut saya sering melihat terjadi kecelakaan, khususnya anak-anak sekolah yang berangkat ke sekolah di pagi hari, mungkin terburu-buru dikejar waktu akhirnya tidak berhati-hati”, terang Andre Mesah.
Baca Juga: Pelaku Pariwisata di Desa Sedeoen Dirugikan Akibat Rusaknya Jalan
Selain kecelakaan yang sering dialami anak-anak sekolah, seorang ibu muda Warga Dusun Fimok bernama Kornelia Hangge (36) menceritakan pengalamannya ketika mengalami kehamilan awal, dimana ia hampir keguguran saat ingin memeriksakan kandungannya ke Puskesmas Delha. Karena tidak ada akses jalan lain selain jalan tersebut terpaksa ia bersama suaminya tetap nekat melewati jalan terebut dengan sepeda motor agar mereka bisa sampai ke Puskesmas Delha yang berada di Nemberala.
“Saya bersyukur janin dalam kandungan saya masih bisa di selamatkan. Kala itu usia kehamilan saya baru memasuki umur 16 minggu (4 Bulan) Kejadian tersebut terjadi pada bulan Maret tahun 2024. Saya berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan tersebut agar hal yang sama tidak terulang lagi”, ungkp Kornelia Hangge.
Kondisi struktur badan jalan yang rusak parah ini membuat Lisa Ballu (65) Warga RT.009/RT.005 Dusun Fimok, sempat berpikir bahwa tidak adanya perhatian pemerintah terkait jalan lapen ini merasa seolah-olah Dusun Fimok sengaja diisolir dengan kondisi jalan seperti itu, “Jalan lapen ini dikerjakan kalau tidak salah dibangun dari tahun 2000 sampai sekarang belum pernah diperbaiki. Sedangkan jalan tersebut menghubungkan dua dusun antara Dusun Loedi dan Dusun Fimok bahkan ke desa tetangga mereka, Desa Oeseli”, ungkap Lisa Ballu.
Ia menambahkan bahwa saat berkunjung ke fasilitas umum seperti sekolah, fasilitas kesehatan bahkan untuk belanja kebutuhan pokok sehari-hari warga Fimok harus melewati jalan tersebut. “Walaupun kondisinya seperti jurang, Saya berharap jalan tersebut segera mendapatkan perhatian dan dapat dikerjakan secepatnya agar tidak merugikan masyarakat baik secara fisik maupun finansial lainya”, pungkasnya.(*)




Pemerintah seharusnya peduli terhadap masalah jalan dan menyediakan sarana jalan tersebut sesuai kebutuhan masyarakat .
Jalan rusak dapat menjadi indikator ketidakpedulian atau abainya pemerintah dalam menyikapi masalah masyarakat sehingga menimbulkan banyak faktor ,Contohnya:
1. Jalan rusak dapat menjadi sumber masalah sosial yang meresahkan
2. Jalan rusak dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dari segi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Jadi Mohon perhatiannya dari pemerintah untuk peduli terhadap resiko yang dialami masyarakat apabila jalan tersebut tidak ditindaklanjuti/perbaiki.
Perlu perhatian & tindakan dari pemerintah para petugas setempat untuk menangani hal tersebut.
takutnya bisa berbahaya bagi keselamatan kita semua.
Terima kasih atas atensinya🙏🏻
Saya pernah tinggal di Desa Bo’a dan melihat secara langsung bagaimana kondisi jalan yang kondisinya sangat parah untuk dilalui baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Walaupun sudah banyak warga yang terbiasa dan memaklumi hal tersebut, alangkah baiknya perhatian pemerintah dapat disegerakan untuk akses jalan agar dapat meminimalisir segala hal yang dapat merenggut keselamatan dan nyawa masyarakat disana. Besar harapannya berita ini menjadi saksi nyata bagaimana perjuangan untuk perbaikan jalan yang dikerahkan oleh masyarakat asli sana kepada perintah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Kondisi Jalan yang sungguh memprihatinkan, di kerjakan kurang lebih 27 tahun lalu, saya ingat sekali waktu itu saya masih sangat kecil berumur 5 tahun dan saya pun mengikuti orang tua u/ membantu mengumpulkan batu hutan u/ dijual ke para pengerja jalan. Dan sampai sekarang belum pernah ada perbaikan entah kurang dana, tidak ada dana atau memang sengaja tidak di anggarkan dan sebagai masyarakat awam kita hanya berharap semoga kedepan bisa memperoleh perhatian dari pemerintah dalam hal pengerjaan jalan ini demi tercapainya masyarakat makmur, adil dan merata. Salam literasi, salam perjuangan🙏🙏
Ini jalan su hancur parah..kami yang kerja di arah fimok dan Basudara yang dari fimok kerja di Bo’a Ju setiap hari menderita
Harapan besar tahun ini sudah dikerjakan agar lebih baik lagi akses untuk anak sekolah, masyarakat fimok dan oeseli yang kerja dan bersekolah di bo’a dan juga sebaliknya yang dari Bo’a yang berkerja di fimok atau oeseli
Semoga dengan adanya berita ini pemerintah bisa cepat tanggap untuk memperbaiki
Salam