
Wheel Loader, dikendalikan oleh seorang pengemudi lakukan Pembongkaran Blokade Jalan IDT 1997, . (Foto: Sergius Saul Tobuawen).
BO’A | Nemberalanews.com – Warga Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kecewa atas tindakan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang membongkar blokade jalan menuju PT Bo’a Development dan Nihi Rote tanpa memberikan solusi jalan kepada masyarakat.
Hendra Hangge, Ketua Gerakan Masyarakat Pesisir (GEMAP), mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah Rote Ndao, saat ditemui Nemberalanews.com, Kamis, 20 November 2025 di lokasi pembongkaran. “Pembongkaran blokade ini sangat melukai hati kami sebagai masyarakat. Kami kecewa karena pemerintah tidak berpihak kepada kami, melainkan lebih mendukung kepentingan korporasi,” ujarnya.
Situasi sempat memanas saat Hendra Hangge dan beberapa warga mencoba menghalangi kendaraan wheel loader yang akan menggusur blokade. Namun, aparat Dalmas Polres Rote Ndao dengan sigap mengamankan situasi dan menggeser Hendra keluar dari lintasan alat berat tersebut.
Jublina Mesah, warga lainnya, juga berusaha menghentikan alat berat yang meruntuhkan blokade. Namun, ia ditarik paksa oleh anggota polisi agar tidak menghalangi proses pembongkaran.
Di sela-sela kekecewaannya, Jublina Mesah mengungkapkan bahwa tidak ada pemberitahuan dari pemerintah kepada warga terkait pembongkaran ini. “Mereka datang langsung membongkar, dan kami diusir oleh polisi, tujuan kami pasang blokade, meminta ke pemerintah supaya jalan harus tembus ke pantai” tuturnya.
Jublina juga menyampaikan harapan agar pemerintah. Kalau sudah buka blokade jalan tolong juga bebaskan Erasmus Frans Mandato, yang ia sebut sebagai “Kak Mus Frans”. Selain itu, ia menegaskan bahwa jalan tersebut memiliki surat pernyataan hibah tertanggal 14 September 2018. “Pemerintah harus membuka jalan sampai ke pantai Oemau. Jika tidak, kami akan menutupnya kembali. Kami juga menuntut ganti rugi atas penggunaan tanah milik almarhum Gasis Mesah, yang telah digunakan sebagai jalan sejak dari sirtu hingga diaspal,” pungkasnya.(*)





Semangat masyarakat Bo’a, perjuangan Mu untuk Anak Cucu yang sekarang hidup dan kemudian hari bisa mengakses pantai seluas-luasnya. 👍🏽