Warga Desa Nemberala menarik sampan milik mereka ke daratan untuk diamanakan dari amukan gelombang tinggi (Foto: Sergius Tobuawen)
KUPANG | Nemberalanews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Kupang mengeluarkan pengumuman bagi warga yang tinggal di pesisir pantai terkait akan adanya bahaya naiknya permukaan air laut atau rob.
Adapun pengumuman ini mulai berlaku pada tanggal 1 Mei – 2 Mei 2025. Rob adalah peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya menjadi tergenang oleh air laut.
Menurut BMKG, hal ini terjadi akibat adanya fenomena fase bulan baru dan jarak terdekat bulan dan bumi perigee pada tanggal 27 April 2025 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang dan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, maka dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Nusa Tenggara Timur, berupa potensi banjir pesisir atau rob.
Untuk itu BMKG mengimbau agar masyarakat pesisir pantai bersikap waspada terkait bakal adanya potensi fenomena rob yang diprediksi terjadi pada tanggal 01 Mei – 02 Mei 2025 di wilayah pesisir Pulau Flores – Alor, pesisir Pulau Sumba, Pesisir Pulau Sabu – Raijua, pesisir Pulau Timor – dan pesisir Rote Ndao.
Hal ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.(*)





Himbauan yang baik
Up
Up