
Ilustrasi cuaca ekstrim, hujan disertai badai (Foto: Shutterstock).
KUPANG | Nemberalanews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperkirakan terjadi mulai 6 hingga 13 Januari 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang, Sti Nenorek, menjelaskan bahwa NTT saat ini memasuki musim hujan. Analisis BMKG menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di utara Benua Australia yang menyebabkan terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah utara NTT.
“Aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin memicu potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di seluruh wilayah NTT,” ujar Sti Nenorek dalam siaran pers bernomor e.B/ME.02.04/001/KKOE/I/2016 yang diterima Nemberalanews.com, Rabu (7/1/2026).
Sti Nenorek juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.
Sementara wilayah Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor diharapkan waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Selain itu, Sti Nenorek menyampaikan 5 poin penting terkait potensi cuaca ekstrem ini. Pertama, masyarakat diimbau tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi. Kedua, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara serta kegiatan di luar ruangan.
Ketiga, wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau bertebing perlu waspada terhadap potensi tanah longsor dan banjir bandang. Keempat, waspada potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Berapi Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, dan Kelima Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru melalui layanan 24 jam BMKG Stasiun Eltari Kupang di nomor telepon (0380) 881613, WhatsApp 0811-39404264, aplikasi Info BMKG, atau akun media sosial @infobmkgeltari.
Sti Nenorek juga mengimbau para kepala daerah untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan POLRI setempat serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG. “Demikian siaran pers ini kami sampaikan agar menjadi perhatian dan bahan kesiapsiagaan bersama,” pungkas Sti Nenorek. (*)



