
Imanuel Alex Kaju Selaku Ketua Persatuan Indonesia Timur (PETIR)
JAKARTA | Nemberalanews.com – Situasi di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, kembali memanas pada Kamis (11/12/2025) malam menjelang Jumat dini hari.
Berdasarkan berbagai video yang beredar dan diterima Redaksi Nemberalanews.com pada hari yang sama, kios dan mobil di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dibakar oleh orang tak dikenal.
Kericuhan ini terjadi setelah dua anggota debt collector dikeroyok di lokasi tersebut pada Kamis sore, menyebabkan seorang di antaranya tewas ditempat. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budi Asih, Cawang.
Diketahui, kasus pengeroyokan yang berlangsung di depan TMP Kalibata menimbulkan dua korban yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mencari terduga pelaku pengeroyokan.
Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pada Kamis sore. “Barusan saya cek ke Kasat Reskrim. Benar ada kejadian tersebut. Dari Polres Jaksel, bisa jadi dari Krimum PMJ juga turun,” jelasnya, sebagaimana diberitakan Journalpost.id.
Lanjut Budi, pihaknya tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari saksi dan barang bukti. “Masih dilakukan penyelidikan. Saat ini olah TKP, mencari saksi dan barang bukti serta cek kondisi korban,” tegasnya. Video kedua korban telah beredar luas di beranda media sosial, terutama grup WhatsApp.
Sementara itu, identitas kedua korban pun belum diketahui dan pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait kasus pengeroyokan yang memakan korban jiwa.
Di sisi lain, video pernyataan Imanuel Alex Kaju selaku Ketua Persatuan Indonesia Timur (PETIR) yang menyatakan siap jadi martir dalam menyerang kembali pelaku juga beredar di grup WhatsApp.
Pada malam Kamis, Imanuel menyatakan, “jujur malam ini ingin menyerang balik, karena kami tidak terima saudara kami dibuat seperti binatang.” Ia juga menegaskan, “tidak ada rasa kemanusiaan buat kami orang Indonesia Timur. Kami Indonesia Timur ini diajari tentang kasih tolerasi, jangan ajari kami tentang tolerasi. Kami tidak mau ini terjadi, ini sudah terjadi kesekian kalinya,” tegasnya Imanuel dalam video yang beredar.(*)




