
Sejumlah Perempuan berjalan diruas jalan yang telah dibersihkan dari Batang-batang pohon akibat banjir dan longsor di Aceh, Tamiang, Aceh, Rabu, 10/12/2015. (Foto: AFP).
SUMATERA | Nemberalanews.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada Senin, 24 November 2025 telah mencapai 1.006 jiwa, pengungsi nyaris satu juta.
Dihimpun Nemberalanews.com, Minggu, (14/12/2025), sebagaimana diberitakan BBC News Indonesia, pada Sabtu (13/12/2025) berdasarkan Data yang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui situs resminya, mencerminkan dampak yang sangat parah dari peristiwa alam ini.
Menurut laporan BNPB, Aceh menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 415 orang. Disusul Sumatra Barat dengan 241 jiwa dan Sumatra Utara dengan 347 jiwa. Selain itu, terdapat 217 orang yang masih dinyatakan hilang dan 5.400 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Kerusakan material yang ditimbulkan juga sangat luas. Sejauh ini, tercatat sebanyak 158.000 rumah rusak di 52 kabupaten yang terdampak. Fasilitas umum juga tidak luput, dengan 1.200 fasilitas umum rusak, termasuk 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung atau kantor, serta 498 jembatan yang mengalami kerusakan.
Jumlah warga yang terpaksa mengungsi juga terus meningkat dan nyaris menembus angka satu juta jiwa, tepatnya sebanyak 902.545 jiwa di tiga provinsi tersebut.
Proses pencarian dan evakuasi korban hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan.
Sementara itu, upaya pemulihan akses jalan yang sebelumnya terputus juga sedang gencar dilakukan untuk memudahkan distribusi bantuan dan operasi penanggulangan bencana.(*)




