
Reses 3 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao, Mersianus Tite, Fraksi HANURA bersama Warga Dusun Mambota, Desa Persiapan Teu Esa - Oenitas Kecamatan Rote Barat. Senin 15/12/2025 (Foto: Sergius S. Tobuawen).
OENITAS | Nemberalanews.com – Warga Dusun Mambota, Desa Persiapan Te’u Esa – Oenitas, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengajukan berbagai kebutuhan utama yang selama ini menjadi kendala pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Usulan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan reses ke-3 yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao dari Fraksi Hanura, Mersianus Tite, yang mencakup Daerah Pemilihan (Dapil) 3 meliputi Kecamatan Rote Barat, Kecamatan Rote Barat Daya, dan Kecamatan Ndao Nuse.
Mewakili seluruh warga dusun, Ruben Pandie (39), menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan yang dilakukan pada kesempatan reses ke-3 ini. “Saya dari Desa Persiapan Te’u Esa dengan sangat berterima kasih kepada Bapak Mersianus Tite, Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, atas kunjungan reses yang ke-3 ini.
Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat positif untuk mendengar aspirasi langsung dari masyarakat, sehingga kebutuhan yang ada di lapangan dapat diketahui secara jelas,” ujarnya kepada Nemberalanews.com pada hari Senin (15/12/2025) usai kegiatan reses.
Ruben menambahkan bahwa terdapat sejumlah program dan usulan yang telah diajukan sebelumnya namun belum dapat terealisasi, sehingga membutuhkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah. Ia mengharapkan pemerintah dapat menyelesaikan program-program atau usulan saran yang telah diajukan sebelumnya, antara lain penambahan unit traktor, alat tanam padi, serta pipa untuk penyambungan sumur bor.
“Saat ini kami sangat kekurangan pipa, diperkirakan dibutuhkan sekitar 5 hingga 6 rol pipa untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi di wilayah kami. Selain itu, penambahan traktor juga menjadi kebutuhan mendesak karena wilayah kami merupakan daerah yang berbasis pertanian dengan luas lahan yang cukup besar, namun saat ini hanya memiliki 1 unit traktor yang tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh petani di dusun,” jelasnya.
Selain kebutuhan akan alat dan sarana pendukung sektor pertanian, infrastruktur pengelolaan sumber daya air juga menjadi fokus perhatian utama warga. Bendungan embung yang ada saat ini telah mengalami penurunan daya tampung secara signifikan akibat proses sedimentasi yang membuat badan air menjadi dangkal.
“Bendungan embung perlu segera dilakukan penggarukan agar daya tampung airnya dapat kembali meningkat. Hal ini sangat penting untuk mendukung aktivitas pertanian lokal, baik untuk penanaman komoditas seperti bawang dan sayuran berbagai jenis, maupun untuk memenuhi kebutuhan air ternak yang dimiliki oleh masyarakat,” paparnya
Ruben Tak hanya itu, warga juga mengusulkan kebutuhan akan pagar kawat untuk melindungi kebun milik masyarakat serta bantuan obat rumput sebagai sampel untuk pengelolaan gulma pada lahan pertanian.
“Pagar kawat diperlukan untuk menjaga keamanan kebun masyarakat dari gangguan hewan liar maupun faktor lain yang dapat merusak hasil tanam. Sedangkan obat rumput sebagai sampel diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan dengan cara mengendalikan pertumbuhan gulma yang tidak diinginkan dan sering kali mengganggu pertumbuhan tanaman utama,” pungkas Ruben.
Selain usulan yang disampaikan oleh Ruben, mewakili suara para ibu rumah tangga di dusun tersebut, Gens Alnabe (36) menyampaikan harapan khusus perempuan di wilayahnya.
“Berharap pemerintah Kabupaten Rote Ndao dapat membantu menyediakan bibit sayuran seperti terong, sayur putih, dan kangkung, serta mendukung pembentukan kelompok ibu-ibu yang fokus pada kegiatan bercocok tanam sayur-sayuran. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan segar di lingkungan lokal”, ucap Gens dengan penuh harap.(*)



