
Reses ke-3 Mersianus Tite anggota DPRD Rote Ndao Fraksi Hanura bersama masyarakat di Desa Oetefu Kecamatan Rote Barat Daya, Senin, 15/12/2025. (Foto: Sergius S. Tobuawen).
OETEFU | Nemberalanews.com – Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Fraksi Hanura, Mersianus Tite, yang membawahi Daerah Pemilihan (Dapil) 3 meliputi Kecamatan Rote Barat, Kecamatan Rote Barat Daya, dan Kecamatan Ndao Nuse, melakukan kunjungan reses ke-3 pada Senin (15/12/2025). Kunjungan tersebut difokuskan pada masyarakat di Dusun Kotabeuk dan Dusun Oetefu 1, Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat mengusulkan berbagai kebutuhan utama yang berkaitan dengan sektor pertanian, kelautan, dan usaha tambak garam untuk mendukung mata pencarian mereka.
Fredik Mesah, Kepala Dusun Kotabeuk, saat diwawancara Nemberalanews.com, Senin, (15/12/2025), menyampaikan bahwa beberapa kebutuhan telah diajukan semenjak Rote Ndao menjadi kabupaten, namun belum mendapatkan tanggapan dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Masa Reses ke-3 DPRD Rote Ndao, Warga Mambota Usulkan Penambahan Alsintan
“Kami masyarakat Desa Oetefu berharap pemerintah Kabupaten Rote Ndao dapat memperhatikan lebih serius usaha dan mata pencarian kami sebagai petani dan nelayan. Selain kebutuhan yang pernah diusulkan sebelumnya seperti pipa saluran air dari danau ke lahan pertanian, kawat pagar kebun, mesin motor air, mesin motor tempel, dan sprayer semprot rumput, kini kami juga mengajukan kebutuhan alat-alat pertanian, kelautan, serta peralatan untuk usaha tambak garam kasar,” ujarnya.
Fredik menambahkan bahwa usaha perendaman garam yang banyak dilakukan oleh ibu-ibu masyarakat juga memerlukan dukungan peralatan, seperti ember, perlak dan alat pendukung lainnya.
Hermanus Messah, mewakili kelompok masyarakat yang bergerak di sektor perikanan dan tambak garam kasar, menyampaikan kebutuhan khusus terkait musim udang yang akan tiba. “Musim timur merupakan musim udang bagi kami, sehingga diperlukan perahu sampan dan pukat nylon lapis 3 untuk menangkap udang. Selain itu, untuk pusat tambak garam kasar di Oetefu, kami membutuhkan ember bak, karpet, atau perlak sebagai penampung garam,” jelasnya.
Sementara itu, “Kebutuhan dasar untuk mendukung aktivitas pertanian dan perikanan di daerahnya, antara lain sprayer semprot rumput, pompa air, pukat udang, dan pupuk putih”, pungkas Regina Snae (60), warga RT 10 RW 5 Dusun Oetefu 1.(*)



