Panen Raya Bawang Merah Karya Anak Bangsa Oenale Barat, Rote Ndao, Kolaborasi GMIT dan BI dalam mengimplementasi proyek Pangan Holtikultura (Bawang Merah) mengatasi gemarak Inflansi di Indonesia. (Foto : Pdt. Ekjhon Yosar Alexander Seru, S.Th.)
OENALE BARAT | Nemberalanews.com – Di tengah tantangan inflasi, Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan mensejahterakan warga jemaatnya.
Pendeta Ekhjon Yosar Alexander Seru, S.Th., selaku Ketua Majelis Jemaat GMIT Oenale Barat, saat dikonfirmasi Nemberalanews.com pada Kamis, (2/10/2025) mengungkapkan rasa syukur atas panen raya holtikultura bawang merah jenis Tajuk atau Tuk-Tuk di Mata Jemaat Imanuel Oelolot, Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Klasis Rote Barat pada tanggal 11 September 2025.
Panen yang menggembirakan ini merupakan hasil dari proyek pemberdayaan ekonomi jemaat yang digagas oleh GMIT dalam periode pelayanan 2024-2027. Sebagai bagian dari sinergi dengan Bank Indonesia (BI), proyek ini bertujuan untuk menekan inflasi dan menjaga ketahanan pangan melalui pengembangan holtikultura bawang merah.
“Kami terpanggil untuk hadir dan mengimplementasikan pelayanan melalui pemberdayaan ekonomi jemaat, khususnya dalam pengembangan holtikultura bawang merah,” ujar Pdt. Ekhjon Yosar Alexander Seru, S.Th, dengan penuh semangat. “Bawang merah merupakan gagasan dan upaya gereja untuk menjaga ketahanan pangan dan mensejahterakan warga gereja yang adalah warga jemaat.”
Dari satu ton bibit bawang merah, Mata Jemaat Imanuel Oelolot berhasil memanen kurang lebih lima ton bawang merah berkualitas tinggi. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya gereja dalam memberdayakan jemaat dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi.
Pdt. Ekhjon Yosar Alexander Seru, S.Th., juga menyampaikan bahwa hasil panen bawang merah ini tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga menyediakan bibit bawang merah berkualitas bagi jemaat dan masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian bawang merah.
Inisiatif GMIT Oenale Barat ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pihak dalam menekan inflasi dan menjaga ketahanan pangan. Dengan mendorong semua gereja di setiap lingkup GMIT untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan pemberdayaan jemaat, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat semakin terjamin.
Semangat ketahanan pangan ini menjadi kunci untuk memajukan Indonesia, mensejahterakan masyarakat, dan mensejahterakan jemaat.
“Dengan kolaborasi dan kerja keras, kita dapat mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan,” tutupnya dengan kata Shalom! (*)




Semangat buat pak Pdt. Dalam membina masyarakat Di Oenale Barat.
semoga gembala, para pelayan jemaat dan petani bawang di kecamatan rote barat diberkati terus