KOTA KUPANG | Nemberalanews.com – Sebuah peristiwa tragis mengguncang Kota Kupang pada Jumat dini hari, (3/10/2025). Percobaan pencurian di sebuah lapak jualan semangka di Jl. Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berujung pada pembunuhan yang merenggut nyawa seorang warga dari Kabupaten Rote Ndao yang hendak membuka lapak semangka.
Dihimpun dari berbagai sumber terpercaya pada Sabtu (4/10/2025). Menurut keterangan saksi mata, IEM (19), istri dari salah satu korban, kejadian bermula ketika terduga pelaku, BA, mendatangi lapak tempat ia dan kedua korban, SP (56) dan RD (22), sedang beristirahat.
BA diduga membuka tas milik IEM, yang kemudian membuatnya terbangun dan berteriak, “Om pencuri!” Teriakan IEM membuat pelaku panik dan berusaha melarikan diri dengan sepeda motor Honda Beat berwarna putih. RD, anak dari SP, segera mengejar pelaku untuk menangkapnya.
SP dan RD pun turut berusaha mengamankan pelaku yang berusaha melawan. Situasi berubah menjadi mencekam ketika SP berteriak memperingatkan bahwa pelaku membawa pisau. Sesaat kemudian, SP terjatuh dengan luka tikam di dada kiri sedalam 5 cm.
RD yang melihat ibunya terluka parah, segera melepaskan pelaku dan berusaha menolong SP. Pelaku kemudian melarikan diri dengan sepeda motornya. SP dinyatakan meninggal dunia akibat luka tikam yang dideritanya.
RD juga mengalami luka tikam serius di dada kanan, leher kanan, telinga kanan, perut, dan rusuk kanan. IEM segera meminta bantuan dan kedua korban dilarikan ke RSUD S.K. Lerik Kota Kupang.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua unit handphone milik pelaku dan sebilah pisau. Garis polisi dipasang di sekitar area kejadian perkara. Jenazah SP dibawa ke RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk keperluan otopsi.
RD menjalani operasi dan perawatan intensif di RSUD S.K. Lerik. Terduga pelaku, BA, diketahui merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian.
Selanjutnya pihak Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Kota Lama, AKP Rachmat Hidayat, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan, pelaku merupakan residivis.
“Identitas sudah kami kantongi, saat ini anggota masih melakukan pengejaran di lapangan,” ungkap AKP Rachmat.(*)





turut berduka cita, semoga pelaku segera ditemukan dan mendapatkan balasan yang setimpal