
Mr. Dino Pemerhati Lingkungan Pesisir Pantai Nemberala. (Foto: Sergius S. Tobuawen).
NEMBERALA | Nemberalanews.com – Pesisir pantai wisata Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Abrasi yang terus terjadi mengancam keberadaan jalan setapak yang menjadi akses utama bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Pengikisan ini semakin parah akibat gelombang tinggi yang menghantam pantai, penggunaan pasir pantai untuk pembangunan rumah warga, serta diperparah oleh cuaca ekstrem dan pasang surut yang tidak menentu.
Jalan setapak ini sangat vital karena menghubungkan berbagai lokasi penting di sepanjang pantai Nemberala, mulai dari wilayah utara dekat Resort 81 Palms hingga ke selatan di area Villa Besialu. Baik wisatawan mancanegara maupun warga setempat menggunakan jalur ini untuk menikmati keindahan pantai Nemberala.
Mr. Dino, pemilik Villa Santai, yang berada wilayah tersebut mengungkapkan kekhawatirannya. “Dulu, sekitar 30 tahun lalu, garis pantai ini masih jauh dari sini. Sekarang, Villa saya terancam rubuh,” ujarnya Dino kepada Nemberalanews.com, Jumat, (28/11/2025), saat hendak menyusuri pantai.
Dino menambahkan bahwa setiap tahun, abrasi menggerus sekitar satu meter lebar pasir pantai. Upaya untuk melindungi pantai dengan membuat pagar dari daun kelapa, gewang dan stek kayu telah dilakukan berulang kali, namun selalu sia-sia karena terjangan ombak yang terus-menerus rusak, buat lagi.
“Kalau tidak ada upaya perbaikan, pantai ini akan hilang. Bagaimana turis bisa lewat? Bagaimana mereka bisa berpindah dari satu hotel ke hotel lain jika jalan setapak ini hilang?” keluhnya.
Dino juga menyoroti dampak ekonomi yang akan terjadi jika pantai rusak dan wisatawan tidak lagi datang. Ia mempertanyakan bagaimana para pekerja bisa digaji, pantainya rusak, pengunjung tidak datang, maka mereka tidak ada pemasukan dari para pengunjung.
Dino berharap pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah abrasi ini. “Saya mengusulkan pembangunan bendungan penahan gelombang seperti yang telah dilakukan di Pelabuhan Ba’a. Bendungan tersebut dapat membantu menahan hantaman ombak sebelum mencapai pantai, sehingga dapat mengurangi dampak abrasi”, pungkas Dino.
Penting bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera bertindak demi menyelamatkan pesisir pantai Nemberala. Keberadaan pantai ini bukan hanya penting dari segi pariwisata, tetapi juga bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat setempat.
Jika tidak ada upaya yang serius, bukan tidak mungkin pantai Nemberala akan benar-benar hilang, meninggalkan dampak yang sangat besar bagi semua pihak. (*)



