
Pengamat Politik Rocky Gerung (Foto: Istimewa)
JAKARTA | Nemberalanews.com – Pengamat politik Rocky Gerung telah mengeluarkan prediksi mengenai potensi terjadinya kerusuhan besar pada bulan Februari 2026.
Prediksi ini muncul seiring dengan memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dirangkum Nemberalanews.com, pada Sabtu 3 Januari 2026, sebagaimana dalam video yang tayang di kanal YouTube pribadinya pada Rabu (31/12/2025), Rocky menyampaikan bahwa kondisi yang mendasari prediksinya adalah adanya ketidakpuasan yang masih meliputi sebagian besar masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurutnya, jika tidak ada upaya perbaikan yang signifikan, situasi tersebut berpotensi memicu konflik sosial. “Kalau itu gagal, maka hitungan saya Februari akan terjadi lagi social unrest dan itu artinya akan ada crossfire antara frustrasi di kalangan elite dan piring kosong masyarakat sipil, atau piring kosong emak-emak terutama. Jadi kesulitan ekonomi akan mendikte perubahan politik,” jelas Rocky Gerung dalam video tersebut.
Menurut pengamat tersebut, Prabowo Subianto memiliki kesempatan untuk mencegah potensi kerusuhan tersebut dengan melakukan apa yang disebutnya sebagai “radical break” atau perubahan besar yang mendasar. Istilah yang kerap digunakan Rocky ini memiliki makna spesifik, yaitu melakukan perombakan total dengan mengganti seluruh menteri yang masih terafiliasi dengan rezim sebelumnya, yakni rezim Joko Widodo.
Rocky menekankan bahwa perubahan yang dilakukan harus bersifat mendasar dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Jika langkah ini tidak diambil dan kondisi tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan, maka kemungkinan terjadinya kerusuhan pada Februari 2026 akan semakin besar.(*)



