KABUAENA | Nemberalanews.com – Warga Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Smirna Kabuaena yang terletak di Distrik Yawakukat, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, memperingati “Hari Ulang Tahun (HUT) 25 April 1965 – 25 April 2025 yang ke-60 tahun “Masuknya Obor Api Pantekosta” di dataran Wijonde (sekarang Kabuaena) oleh Simon Rombea Nuntia (alm).
Ketua Majelis Jemaat GPdI Smirna Kabuaena, Pdt. John Yan Nuntia, S.Pd., mengatakan pelopor masuknya Obor Api Pantekosta di dataran Wijonde adalah ayah kandungnya almarhum Simon Rombea Nuntia. Ungkapnya kepada media Nemberalanews.com, Rabu (16/04/2025), melalui sambungan telefon.
Semasa hidup ayahnya, John Y. Nuntia mempercayai ilmu gaib sebagai bekal ilmu yang ia miliki. Dengan kemampuan ini ia bisa berburu dan dapat membunuh sesama penganut ilmu gaib lainnya. “Akhirnya pada tahun 1961, beliau kena sakit sampar selama 5 tahun, segala cara telah diusahakan oleh keluarga. Dengan cara melalui proses adat, dan didoakan oleh hamba Tuhan yang telah ada pada saat itu, namun tetap tidak kunjung sembuh juga”, tutur John Y. Nuntia
Sekira pada tahun 1965, datanglah kakak sepupunya Simon Rombea Nuntia yang bernama Pendeta Abraham Waroi membawa Simon Rombea Nuntia beserta anaknya yang bernama Derek Nuntia ke Kabupaten Sorong, Pulau Doom, untuk didoakan oleh para hamba-hamba Tuhan. “Upaya inipun berhasil dimana setelah didoakan dan oleh karena campur tangan Tuhan Yesus yang luar biasa, dan Kuasa Api pantekosta yang membakar setiap orang yang kala itu bersamanya di Pulau Doom”, papar Pendeta John Y. Nuntia.
Setelah didoakan, ayahnya pun sembuh dari penyakit yang dideritanya, dan kemudian bertobat, menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat dan memberi diri untuk dibaptis oleh Pendeta Amos Numberi dan Pendeta Semuel Maniani pada tanggal 2 April 1965 di Jemaat Batu Zaman Kampung Baru Sorong.
“Sebelum berpindah Serui, Simon Rombea Nuntia tinggal di Pulau Dom-Sorong, dan aktif beribadah di Gereja Pantekosta yang digembalakan oleh Pdt. Semuel Maniani”, ungkapnya.
Saat almarhum Simon Rombea Nuntia, telah merasakan kuasa dan jamahan Tuhan Yesus yang luar biasa, maka ayah dan saudaranya mengambil keputusan untuk kembali ke Kampung Wijonde-Kabuaena, Serui.
Tepat tanggal 25 April 1965, di Pelabuhan Serui ia dijemput oleh almarhum Sefnat Abaa dan ia diantar dengan sampan dari kota Serui ke kampungnya, oleh keluarga Habel Nuntia dan Yuliana Ayomi. “Maka itu ditetapkan hari masuknya “Obor Api Pantekosta” di dataran Wijonde-Kabuaena yaitu 25 April 1965″, pungkas John Y. Nuntia.(*)





Terbaik .Tuhan berkati .
Up