Oleh: Lion Josua*
Yang Terhormat bapak Presiden RI Jendral Purnawirawan TNI H. Prabowo Subianto.
Tak pernah kami bayangkan, bapak Presiden yang begitu kami cintai dan kagumi, akan membuat beberapa keputusan yang sangat melukai hati rakyat, terutama rakyat kecil. Bagaimana mungkin bapak bisa membuat keputusan yang begitu miris dan sangat tidak memihak kepada rakyat, dan keputusan ini tidak pernah ada sebelumnya, bahkan sebelum negara ini merdeka.
Bapak yang kelihatan begitu gigih dan penuh semangat memperjuangkan kesejahteraan rakyat, ternyata hari ini terbukti hanya “omon- omon”. Setelah ada di puncak kekuasaan, bapak bisa seenaknya membuat keputusan atau aturan yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat. Pertama, tanah yang tidak difungsikan atau dikelola oleh pemiliknya selama 2 tahun akan diambil alih oleh negara. Kedua, rekening yang tidak aktif atau tidak ada transaksi selama 3 bulan akan diblokir. dan Ketiga, rumah warisan yang lama dibiarkan kosong akan diambil alih negara. Menurut hemat saya, ini benar benar perampokan… Astagafirullah..
Memangnya semua masyarakat punya status sosial atau tingkat ekonomi yang sama, sehingga begitu punya tanah langsung bisa dikelola? atau bisa jadi tanah itu investasi atau tabungan masa depan, buat anak-anak menempuh pendidikan sehingga belum dikelola.
Regulasi yang dibuat negara ini, sama saja dengan merampok hak rakyat, menggasak hak rakyat. Kedua, uang dalam rekening itu adalah hak rakyat, karena itu adalah uangnya, bukan uang negara yang mana tidak ada seorang pun berhak melakukan intervensi, mau adakan transaksi atau tidak, karena itu uang pribadinya. Apalagi sampai harus diblokir, Ini adalah bagian dari perampokan hak rakyat.
Jadi, tolong keputusan itu dikaji lagi dan dibatalkan, karena tidak ada manfaatnya untuk Rakyat Indonesia, kecuali orang-orang yang berada dlm lingkaran kekuasaan.
Bapak Presiden, daripada sibuk membuat keputusan yg tidak berpihak kepada rakyat, lebih baik urus kasus kadus korupsi yang merugikan negara begitu besar. Silahkan berbisnis atau mencari keuntungan dengan sesama cukong, tapi jangan pernah berbisnis dengan rakyat apalagi sampai merampok dan merampas hak-hak rakyat.
Bapak Presiden, sekali lagi tolong dikaji dan dibatalkan ulang keputusan tersebut, jangan sampai terjadi kegaduhan dalam bangsa ini akibat keputusan-keputusan bapak yanh menyengsarakan rakyat.
Semoga Allah, Menyelamatkan bangsa ini dan melindungi bapak Presiden serta selalu diberi petunjuk untuk membuat keputusan maupun kebijakan yg pro-rakyat..
Sorong, 31 Juli 2025
*Warga Sorong, Papua Barat Daya




