Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk S.H,. (Credit FOTO: Exel Arivandi Lani)
BO’A l NemberalaNews.com – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk S.H., angkat bicara terkait penutupan akses jalan menuju Pantai Bo’a yang terletak di Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Paulus Henuk, pemerintah daerah akan meminta pihak PT. Bo’a Development untuk menyediakan akses jalan di bagian barat, tengah, dan bagian timur. “Aksesnya sudah dibuat. Saya sudah meminta mereka (PT. Bo’a Development) untuk menyediakan akses jalan di bagian barat, tengah, sama di bagian timur.” ungkap Paulus Henuk saat ditemui media NemberalaNews.com, Selasa 6 Mei 2025.
Ia mengatakan bahwa jalan bagian barat itu yang dipermasalahkan karena lebarnya hanya 2 meter. “Kemarin mereka (PT. Bo’a Development) sudah melaporkan bahwa mereka sudah sediakan juga 4 meter semua tapi ada 2 jalan yang ditutup. Kalau ada terjadi apa – apa di bagian barat, nanti dibuka kedua aksesnya untuk kendaraan bisa masuk.” terang Paulus Henuk.
Baca Juga: Warga Desa Bo’a Keluhkan Penutupan Akses Jalan, Minta Pemerintah Bertindak
Bupati Paulus Henuk menyatakan dengan penuh ketegasan bahwa masyarakat harus tetap punya akses jalan ke pantai. Di sisi lain, ia berharap agar masyarakat dan pemerintah daerah harus menjaga dan melindungi investor supaya jangan terganggu saat datang di Rote Ndao.
“Saya sudah pertemuan 2 kali, saya minta omongan-omongan mereka selama ini harus ditulis dalam berita acara. Supaya ada hitam di atas putih.Takutnya terjadi apa-apa di pantai, mobil tidak bisa masuk. Misalnya, orang celaka, orang sakit, perlu dijemput dengan mobil. Nanti mereka sudah tanda tangan, berita acaranya akan saya rilis di media.” imbuhnya.
Kepada media Nemberalanews.com, Paulus Henuk memberikan pernyataan bahwa rencananya akan ada pertemuan bersama dengan pihak PT. Bo’a Development pada Kamis, 8 mei 2025. Dengan demikian, diharapkan masalah penutupan akses jalan Pantai Bo’a dapat segera terselesaikan dan pariwisata di Rote Ndao dapat terus berkembang.
Pantai Bo’a menjadi salah satu tempat wisata yang mendunia dengan memiliki ombak terbaik kedua di dunia kini menjadi sorotan masyarakat karena ditutup oleh PT. Bo’a Development.(*)





Hormat Bapak Bupati akses yang dibuka nnti status lahan yang diperuntukan untuk akses harus jelas., jangan diatas lahan kontrak, nnti kedepannya masih tetap ada masalah
Pak Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., kalau sampai orang sakit atau celaka baru mobil bisa masuk angkut, berarti secara tidak langsung masyarakat lokal yang akan menikmati wisata pantai menggunakan mobil tidak bisa kow?
Yang masyarakat inginkan itu Jalan tengah dari Pantai Wisata Oemau- Bo’a.
Bukan dari Barat atau Timur, mengingat Jalan Timur -Barat itu statusnya kan jalan kontrak, yang di inginkan masyarakat itu Jalan Desa yang ditutup itu yang harus dibuka kembali. 🙏