Mikson Bernadus Defretis,
NEMBERALA | NemberalaNews.com – Nasib kurang beruntung dialami Mikson Bernadus Defretis (31), Warga RT.006/RW.003, Dusun Nggause, Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, yang pada Rabu pagi 29 Januari 2025 mengalami kecelakaan kerja saat sedang berada di proyek bangunan di Dusun Oemau, Desa Bo’a.
Menurut Mikson Bernadus Defretis, punggung kaki kanannya, terkena gerinda yang digunakannya saat sedang bekerja di lokasi proyek bangunan. “Kejadian sekitar pukul 10.00 pagi, saat itu saya sedang memotong besi menggunakan gurinda (gerinda.red), dan alatnya kemudian lepas mengenai kaki kanan”, terang Mikson Defretis saat ditemui NemberalaNews.com di pada Rabu petang.
Oleh Elihor Mbatu, pemilik Oemau Bungalow dan Aris Nokas ia pun segera dilarikan ke Puskesmas Delha. Kendati sudah ditangani secara medis, melihat luka yang agak dalam tersebut, pihak Puskesmas Delha pun merujuknya ke RSUD Ba’a. “Dokter yang ada di Puskesmas Delha merujuk saya ke rumah sakit Ba’a. Dari Puskesmas tidak memberikan surat rujukan, namun sudah ada koordinasi dari Puskesmas ke RSUD Ba’a. Waktu berangkat dari Puskesmas Delha sekitar pukul 11:40 dan sampai di Ba’a sekitar pukul 12:50”, tutur Mikson Defretis.
Bersama Mariana Banoet (33), istrinya dan dibantu kerabat yang lain, ia pun berangkat ke Ba’a menggunakan kendaraan milik tempatnya bekerja. Hal ini dilakukan karena dari pihak Puskesmas Delha memberitahu bahwa kendaraan ambulans sedang digunakan mengantar pasien bersalin ke Ba’a. “Jadi kalau bisa pakai kendaraan sendiri (pribadi).”, tutur Mariana mengutip arahan dari pihak Puskesmas Delha.
Setibanya di rumah sakit ada hal yang tidak diduga sebelumnya, dimana petugas medis di rumah sakit sempat menanyakan surat rujukan dan siapa petugas medis dari Puskesmas Delha yang mendampingi,
“Saat ditanya soal surat rujukan, saya jawab tidak ada, dan kemudian petugas medis di rumah sakit menanyakan siapa yang mendampingi dari Puskesmas, saya jawab tidak ada, dan petugas yang berjaga di IGD merespon, seharusnya tidak boleh begitu, bahwa yang namanya rujukan seharusnya ada surat rujukan dan wajib didampingi oleh petugas dari Puskesmas, na kalau pasien meninggal di jalan terus siapa yang bertanggungjawab”, ungkap Mariana Banoet seraya mengutip pernyataan petugas medis di RSUD Ba’a.
Kendati tidak didampingi oleh petugas medis saat dirujuk dari Puskesmas Delha namun Mikson Defretis merasa bersyukur dan berterima kasih karena masa-masa kritis sudah ia lewati berkat dukungan berbagai pihak, terutama dari pemilik Oemau Bungalow yang bersedia meminjamkan kendaraannya untuk mengantarnya ke rumah sakit. Demikian pula dengan penanganan medis selama di Rumah Sakit Ba’a. Ia berharap kejadian tidak ada pendampingan petugas medis yang mendampingi pasien rujukan tidak terulang lagi di masa-masa berikutnya.(*)




Hmmmmmm kasus langkah betul e rujuk Tampa surat rujukan sonde ada pendampingan ju e talalu ni ma
Hmmmmmm kasus langkah betul e rujuk Tampa surat rujukan sonde ada pendampingan ju e talalu ni ma
Sedih juga. Kita masyarakat yang tidak paham dengan alur pelayanan medis pasrah saja. Semoga cepat sembuh Kaka
Semoga ada perhatian khusus dri dinas terkait .
Kapus mungkin harus lebih perhatikan hal-hal seperti itu., supaya dikemudian hari tidak terjadi lagi.,
Semoga pemerintah daera bisa memanggil kepala pkm untuk pertanggung jawabkan apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi sekalian bisa pantau mengapa selalu kekurangan obat di PKM soalnya suda berulang ulang kadang pasien harus beli obat dari luar kadang juga infus saja harus beli dari luar mohon pemerintah segera bertindak maksud apa di balik ini semua??
Salam hormat
Warga RBD
.