Ilustrasi golongan darah (canva.com) sumber AFP.
KARIBIA | NemberalaNews.com – Dunia kedokteran kembali dihebohkan dengan penemuan golongan darah baru yang sangat langka. Seorang perempuan asal Guadeloupe, wilayah seberang laut Prancis di Karibia, teridentifikasi sebagai satu-satunya individu di dunia yang memiliki golongan darah unik ini, yang kemudian diberi nama “Gwada Negatif”. Dihimpun dari berbagai sumber, Minggu, 29 Juni 2025.
Penemuan ini menandai penambahan sistem golongan darah ke-48 dalam daftar yang telah ada sebelumnya, sebuah pencapaian luar biasa yang berimplikasi signifikan bagi dunia transfusi darah. Kisah penemuan ini bermula pada tahun 2011 ketika perempuan berusia 54 tahun tersebut menjalani pemeriksaan darah rutin sebelum menjalani operasi di Paris. Analisis awal mendeteksi adanya antibodi yang tidak biasa dalam sampel darahnya.
Namun, keterbatasan teknologi saat itu menghambat penelitian lebih lanjut. Berkat kemajuan teknologi sekuensing DNA berkecepatan tinggi pada tahun 2019, para ilmuwan dari Establishment Français du Sang (EFS), lembaga pengelola suplai darah nasional Prancis, akhirnya berhasil mengungkap misteri di balik antibodi tersebut. Mereka menemukan mutasi genetik langka yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya.
Penemuan ini secara resmi diakui oleh International Society of Blood Transfusion (ISBT) pada awal Juni 2025 dalam pertemuan ilmiah di Milan, Italia. Nama “Gwada Negatif” dipilih sebagai penghormatan kepada asal-usul geografis pasien, menggunakan istilah lokal Guadeloupe, “Gwada”, yang dinilai mudah diucapkan dan terdengar baik dalam berbagai bahasa.
Menurut Thierry Peyrard, biolog medis dari EFS yang terlibat dalam penelitian ini, perempuan tersebut mewarisi mutasi genetik langka ini dari kedua orang tuanya. Fakta bahwa hingga saat ini ia merupakan satu-satunya individu yang diketahui memiliki golongan darah ini menjadikan penemuan ini semakin menarik. “Ia adalah satu-satunya orang yang kompatibel dengan dirinya sendiri,” ungkap Peyrard.
Penemuan golongan darah “Gwada Negatif” memiliki implikasi penting dalam praktik transfusi darah. Individu dengan golongan darah langka menghadapi risiko tinggi ketika membutuhkan transfusi, karena ketidakcocokan golongan darah dapat berakibat fatal. Penemuan ini membuka jalan bagi pengembangan perawatan yang lebih baik bagi pasien dengan golongan darah langka.
EFS, melalui unggahan di LinkedIn, menyatakan optimisme untuk menemukan individu lain yang memiliki mutasi genetik serupa. Dengan perkembangan teknologi sekuensing genetik yang semakin canggih, peluang untuk mendeteksi kasus serupa semakin terbuka lebar. Penemuan ini bukan hanya sebuah pencapaian ilmiah yang luar biasa, tetapi juga sebuah langkah maju yang krusial dalam meningkatkan keselamatan dan keberhasilan transfusi darah di masa mendatang.(*)




Wow penemuan yang luar biasa