Erasmus Zakarias Ndao, Selaku Kepala Sekolah UPTD SD Inpres Bo'a (Foto: Mersi Hangge).
BO’A | Nemberalanews.com – Kejadian tak biasa terjadi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Sekolah Dasar (SD), Instruksi Presiden (Inpres), Bo’a yang beralamat di Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika sejumlah siswa mengembalikan seragam olahraga bantuan yang mereka terima dari donatur. Aksi ini memicu beragam tanggapan di kalangan masyarakat dan wali murid.
Erasmus Zakarias Ndao, Selaku Kepala Sekolah UPTD SD Inpres Bo’a, saat ditemui Nemberalanews.com, Pada Sabtu, (4/10/2025), membenarkan bahwa sekolahnya menerima bantuan pakaian olahraga dari seorang donatur bernama Panji untuk 140 siswa.
Sebelumnya, bantuan serupa berupa bola kaki dan pakaian olahraga juga diterima dengan baik. Namun, kali ini, sekitar delapan siswa secara sukarela mengembalikan pakaian tersebut tanpa memberikan penjelasan. Pihak sekolah tidak mempermasalahkan tindakan siswa tersebut.
Baca Juga: Ratusan Pendukung Mus Frans Hadiri Sidang Putusan Praperadilan
“Ini sumbangan, jadi kalau tidak berkenan, silakan dibawa pulang. Kami tidak memaksa,” ujar Erasmus.
Ia menambahkan bahwa bantuan ini murni inisiatif dari sosok yang dikenal sebagai Pak Panji, tanpa adanya permintaan atau proposal dari sekolah.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan alasan pengembalian pakaian tersebut. Menurutnya, pakaian olahraga itu tidak mencantumkan logo dan nama sekolah, melainkan hanya logo dan nama Nihi Rote, Rote Hospitality Academy, PT. Bo’a Development, dan Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli (YKRP).
“Katanya baju olahraga sekolah, kenapa tidak ada identitas sekolah? Ini seperti seragam karyawan perusahaan,” ungkap wali murid tersebut.
Pihak sekolah menghormati hak siswa dan wali murid terkait bantuan yang diterima. Sekolah tidak dapat melarang atau memaksa siswa untuk menerima bantuan tersebut.
“Ini murni sumbangan dari Pak Panji,” pungkas Erasmus.
Kejadian ini menyoroti pentingnya identitas sekolah dalam bantuan yang diberikan. Meskipun bantuan dari pihak luar sangat berarti, pencantuman logo dan nama sekolah pada seragam atau perlengkapan sekolah dapat meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan siswa terhadap sekolah mereka.(*)





memberikan sumbangan tidak salah, akan tetapi jika diberikan dalam rangka pencitraan itu namanya sedang memoles citra negatif di masyarakat agar dapat kembali bersih