
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Rote Ndao Denison Moy, ST., berusaha melerai masyarakat Bo'a untuk kendaraan Bupati dan Forkopimda keluar dari jalan PNPM MP 2013 menuju jalan umum (Foto: Sergius S. Tobuawen).
BO’A | Nemberalanews.com – Bupati dan DPRD Rote Ndao mendapat kritik keras setelah meninggalkan warga Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur usai meninjau lokasi akses jalan yang diduga ditutup pihak PT Bo’a Development.
Masyarakat merasa kecewa karena Bupati Paulus Henuk SH., dan DPRD tidak memberikan kesempatan untuk berdialog dengan masyarakat terkait permasalahan akses jalan menuju wisata pantai Oemau, Desa Bo’a. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Masyarakat Desa Bo’a di Gedung DRPD Rote Ndao, Rabu (29/10/2025).
Padahal, warga sangat mengharapkan adanya dialog terbuka agar polemik penutupan akses jalan yang terjadi segera dapat terselesaikan.
Masyarakat menilai bahwa Bupati dan DPRD seharusnya tidak hanya meninjau lokasi saja, tetapi juga harus memberikan penjelasan secara transparan kepada warga yang terdampak langsung.
“Kami bukan hanya menuntut adanya akses jalan tetapi kami mengharapkan jalan PNPM MP 2013 yang sudah dibangun dengan Anggaran Pemerintah dan Swadaya Masyarakat itu diberikan kepada kami Masyarakat pakai.” kata salah satu warga saat ditemui Nemberalanews.com di lokasi jalan PNPM MP 2013, Senin, 3 November 2025.
Kegiatan meninjau lokasi jalan dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Rote Ndao. Terpantau saat di lokasi, Masyarakat berusaha untuk menghalangi kendaraan para pejabat Rote Ndao keluar dari lokasi agar dapat berdialog yang para pemimpinnya, namun Bupati, Paulus Henuk, S.H. dan Wakil Ketua I DPRD, Denison Moy, ST., berusaha meninggalkan masyarakat dengan kendaraannya tanpa ada penjelasan kepada media dan masyarakat.(*)




waduuuh, paraaah