Bo’a | Nemberalanews.com – Warga kembali mengeluhkan buruknya pelayanan Puskesmas Delha, khususnya terkait ketersediaan obat dan penanganan darurat. Keluhan ini disampaikan setelah sejumlah masyarakat mengalami langsung kekosongan obat dan oksigen saat berobat. Bahkan ada pasien dengan keluhan nyeri dada yang hanya diberikan obat tanpa observasi dan diminta pulang, ini disampaikan saat reses pertama DPRD Rote Ndao Mersianus Tite pada tanggal 5 Mei 2025.
“Sudah beberapa kali masyarakat datang ke puskesmas, tapi kami kecewa karena tidak ada obat, oksigen juga habis. Ini hal urgent. Baru-baru ini ada orang sakit dada datang ke puskesmas sekitar pukul 19:00 WITA disuruh pulang dan diminta datang lagi besok pagi untuk ambil rujukan. Ini tidak masuk akal, kenapa tidak diobservasi langsung?” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Anggota DPRD, Mersianus Tite, yang menerima keluhan serupa saat reses di Ndao, menyatakan telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan. Ia menjelaskan bahwa memang terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, tetapi tetap akan menindaklanjuti agar masalah ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kita pertanyakan kenapa masyarakat harus beli obat padahal mereka punya BPJS. Kalau memang obat tidak tersedia, masyarakat tetap bisa beli, tapi harus simpan resep dan kuitansi, difoto, untuk meminta kembali uang dari pihak rumah sakit. Karena BPJS itu memang menanggung kebutuhan obat,” jelas Mersianus.
Ia juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif membaca dan memahami hak-hak mereka dalam pelayanan kesehatan, agar bisa memberi kritik dan masukan yang tepat kepada tenaga kesehatan dan instansi terkait.
“Kesehatan adalah hal mendasar. Kalau tidak sehat, orang tidak bisa bekerja, tidak bisa sekolah. Ini masalah nyawa. Kami sudah sampaikan juga ke media agar jadi perhatian Bapak Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk dan Ibu wakil Bupati, Apremoi Dudelusy Dethan” tambahnya.
Terkait kasus pasien yang mengalami nyeri dada dan hanya diberi obat tanpa observasi, Mersianus Tite DPRD Rote Ndao menyatakan akan langsung menghubungi kepala puskesmas untuk meminta klarifikasi.(*)




