Almarhum Yusuf Boboy, (Foto: keluarga)
OENITAS| NemberalaNews.com – Masyarakat Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, berduka karena kehilangan Jusuf Boboy, salah satu tokoh masyarakat yang sangat dihormati di lingkungannya. Karena ketokohannya ini, tidak heran saat saat prosesi pemakaman almarhum Jusuf Boboy, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk SH., ikut hadir melepas kepergian almarhum.
Prosesi pelepasan jenasah mantan Kepala Desa Oenitas di era-1970-an ini berlangsung di kediaman almarhum Yusuf Boboy, pada Sabtu 29 Maret 2025 pukul 11.00 WITA.
Prosesi pelepasan dan pemakaman jenasah diawali dengan sambutan dari pemerintah dan tokoh adat. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan tanda mata dari keluarga inti kepada perwakilan dari keluarga to’o huk dan juga perwakilan dari keluaran ba’i huk almarhum Yusuf Boboy.
“Bapak Yusuf Boboy, adalah sosok yang mengayomi masyarakat, baik saat almarhum menjabat sebagai Kepala Desa Oenitas mau pun sesudahnya. Almarhum usai menjabat sebagai Kepala Desa, juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Desa Oenitas.” ungkap Olens Ndun, Camat Kecamatan Rote Barat.
Menurut Olens Ndun, almarhum Yusuf Boboy, dalam membangun masyarakatnya merupakan sosok yang sangat aktif. “Almarhum tidak hanya sebagai aparat desa saja, tetapi juga aktif di gereja sebagai majelis jemaat hingga akhir hayatnya, inilah yang patut kita apresiasi”, ungkap Olens Ndun.
Ia juga menambahkan bahwa melihat ketulusan hati Yusuf Boboy dalam melayani Tuhan dan masyarakat, Tuhan pun tidak tinggal diam, atas doa-doa dari orang tua dan kuasa Tuhan telah membuat anak-anak Yusuf Boboy menjadi orang-orang yang berhasil dan sukses.
“Namanya kehilangan, kita patut bersedih tapi harus diingat tentunya sebagai manusia tidak terlepas dari salah dan dosa, baik dalam masa pemerintahannya maupun dalam pengabdiannya menjadi seorang majelis. Besar harapan, apa yang sudah diperbuat almarhum Yusuf Boboy mari kita ambil hikmahnya.” Ujar Olens Ndun menutup sambutannya.
Sementara itu, mewakili keluarga besar Suku Leo Anak, mengisahkan bahwa almarhum Yusuf Boboy sewaktu menjabat sebagai Kepala Desa Oenitas di tahun 1974, beliau bukan hanya sebagai Kepala Desa tetapi juga Maneleo (Kepala suku) Leo Anak.
“Pada tahun 2002 atas inisasi bersama dalam leo maka dibentuklah satu lembaga leo Anak yang wilayahnya meliputi Kecamatan Rote Barat Laut dan Rote Barat, dan saat itu beliau adalah wakil ketua dalam lembaga tersebut sampai sekarang tutup usia tentunya”, ujar Maneleo Leo Anak.
Meneleo Leo Anak menambahkan bahwa dalam peristiwa iman yang saat ini dialami keluarga, kami sangat merasa bersedih, “Kehilangan, dan tak berdaya namun ketika kami mengangkat muka masih dapat melihat semua orang yang hadir berbagi duka bersama bersama tentunya kami merasa tidak sendiri hal ini akan menjadi suatu motivasi agar kesedihan bisa berlalu dengan berjalannya waktu. Tentunya dalam momen duka ini kami tidak bisa membalas selain ucapan Terimakasih kepada pemerintah dalam memberikan pencerahan”, ungkapnya.

Usia prosesi di rumah kediaman, jenazah almarhum Yusuf Boboy dibawa ke gereja Gosyen, Oenitas untuk dilakukan prosesi pemberkatan dan pelepasan jenazah yang berlangsung dengan hikmat dipimpin oleh Pendeta Philia Billi, STh. Jenazah almarhum Yusuf Boboy kemudian dibawa kembali ke rumah kediaman almarhum untuk dimakan di pemakaman keluarga.
Sesuai dengan adat tradisi orang Rote, prosesi pemakaman diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh keluarga almarhum Yusuf Boboy kepada Agus Boboy yang mewakili Ba’i Huk dan Yusuf Sine yang mewakili kekuarga To’o Huk.(*)




