Rebeka Praktisi Hotel sedang memilih Sampah Plastik yang berserakah memenuhi Pantai Wisata Loedi, Desa Boa, Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao-NTT (Foto: Ardi Mbantu).
Bo’a | Nemberalanews.com – Pantai Loedi, Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dulu dikenal sebagai destinasi wisata yang mempesona.
Namun, keindahannya kini terancam oleh masalah serius: sampah plastik.
Rebeka, seorang praktisi perhotelan, menyuarakan keprihatinan atas dampak sampah plastik terhadap lingkungan.
“Kalau dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut, maka pantai Loedi akan terus tercemar dan kehilangan keindahannya,” kata Rebeka kepada Nemberalanews.com di sela-sela kunjungannya ke Pantai Loedi.
Dirinya, menyayangkan kondisi pantai Loedi yang kini dipenuhi sampah plastik.
“Saya sering bolak-balik dari Swiss ke Rote Ndao, Desa Bo’a, sudah puluhan tahun. Kalau buat perbandingan 20 tahun lalu dan sekarang, maka sangat berbeda jauh. Dulu pantainya indah, pasirnya putih, air lautnya bening. Sekarang, kita lihat saja pesisir pantai sudah dipenuhi sampah plastik. Tentu ini sangat meresahkan!”, ungkapnya
Ia pun menyoroti peran pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah plastik.
“Saya rasa pentingnya pemerintah mengedukasi masyarakat agar sebisa mungkin tidak menggunakan plastik. Contoh kecilnya saja, saat di pasar, banyak masyarakat membawa keranjang, tapi keranjang tersebut digunakan untuk mengisi bahan belanjaan yang sudah dibungkus plastik. Belum lagi setiap ada hajatan pesta, selalu saja memakai air kemasan gelas plastik. Mengapa tidak gunakan saja air galon dan gunakan gelas kaca?” Tuturnya
Rebeka, menambahkan bahwa kantin-kantin sekolah yang menjual air kemasan gelas plastik.
“Ini tentunya sangat berdampak buruk bagi lingkungan. Seharusnya anak-anak di edukasi sejak dini, bukan malah disuguhkan dengan air kemasan gelas plastik.” tambah praktisi perhotelan berdarah Swiss – Indonesia tersebut.
Sementara itu, (Pelaksana Jabatan) PJ Kepala Desa Bo’a, Amelia Nggadas, S.Pd., Gr., mengakui tantangan dalam pengelolaan sampah di Pantai Loedi.
Beberapa kendala yang dihadapi antara lain: kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan; kekurangan sumber daya manusia yang terampil dalam pengelolaan sampah; infrastruktur yang belum memadai; dan keterbatasan alokasi dana.
“Kita perlu perhatian pemerintah daerah untuk hal ini,” tegasnya kepada Nemberalanews.com pada Kamis, (17/07/2025).
Tanpa upaya bersama dan komitmen dari berbagai pihak, keindahan Pantai Loedi akan terus terancam dan perlahan hilang ditelan lautan sampah plastik. Tutup Amelia Nggadas.(*)





Up
Pentingnya kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan plastik.
Sampah itu waktu musim anggin timur itu yang arus bawah ke Pantai itu, mungkin begitu.
Sampah plastik tidak hanya berasal dr daerah setempat tetapi di bawah Arus dari landu batutua & daerah2 pesisir lain yng lokasih nya berdekatan maka dari itu jika ingin tidak limbah plastik hilang maka ada baik nya pemerintah memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat yng tinggal di daerah2 pesisir tidak hanya satu wilayah saja
& Pemerintah desa sebaik nya tidak hnya berkoar2 & menyalakan masyarakat, ttp harus menyadari peran nya sebagai pemimpin mencari upaya bagaimana cara nya menghilangkan limbah plastik yng di keluhkan investor asing di daerah pantai wisata khusus nya di pantai loedi.
Semoga pemerintah kabupaten Rote Ndao siap menangani permasalahan sampah jadi lebi baik